Tiga Hektare Jagung Diserang Bulai

Senin, 11 Juni 2012 | 08:12 WIB


SARANG – Sedikitnya tiga hektare tanaman jagung milik warga Desa Lodan Kulon Kecamatan Sarang dilaporkan terserang hama bulai dengan ciri-ciri terdapat warna putih seperti  tepung pada permukaan bawah maupun atas daun, dan biasanya tampak dengan jelas pada saat pagi hari.
Menurut sejumlah petani setempat, Senin (11/6), hama tersebut sudah berlangsung beberapa minggu yang lalu sehingga meresahkan para petani.
“Kata petugas dari Dinas Pertanian itu jenis hama bulai. Daun jagung yang tadinya hijau menjadi putih serta baunya amis sehingga ternak pun gak mau makan,” jelas Yasir (43), seorang petani setempat.
Selain daunnya yang berwarna putih serta berbau amis, tanaman jagung yang terserang bulai, akan mengalami kopong alias tidak berisi meski sudah saatnya berbuah.
Ia merasa khawatir jika hal itu terus-menerus terjadi dan tidak ada upaya penanggulangan dari dinas terkait akan membuat para petani mengalami kerugian.
Yasir juga membantah jika hama tersebut muncul seiring dengan intensitas hujan yang akhir-akhir ini mulai meninggi. Hama bulai, jelas Yasir, sudah ada sebelum hujan mulai mengguyur wilayahnya.
“Sebelum hujan turun kemarin, hama ini sudah mulai menyerang tanaman jagung milik petani sini,” tambahnya.
Yasir dan sejumlah petani lainnya terpaksa mencabut paksa beberapa tanaman jagung yang terlanjur terserang hama bulai. Pasalnya jika hal itu tidak dilakukan, hama tersebut menular ke tanaman jagung lainnya yang masih sehat.
“Kami terpaksa mencabut tanaman-tanaman yang sudah terkena hama tersebut. Kalau tidak dicabut nular mas,” cetusnya.
Selama ini, Yasir dan petani lainnya yang tanaman jagungnya terkena hama tersebut memberikan obat serbuk saromil sebagai upaya penanggulangan pertama. 
Sejauh ini, lanjut dia, hal itu cukup berhasil menghambat pertumbuhan hama ‘bulai’ meskipun tidak secara keseluruhan menghilangkannya.
“Kalau petani sini pakai saromil untuk obat, namun ada beberapa jagung yang sudah diobat masih saja menulari jagung lainnya,” pungkasnya. (Ilyas)
Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan