Tiang Listrik Digantol Truk, Seratusan Pelanggan PLN Kelabakan

Rabu, 12 September 2012 | 08:09 WIB
Tiang listrik yang ditempati trafo berkapasitas 160 KVAdi lokasi RB3 232/12B, Lasem, Rabu (12/9), roboh. (Foto: Pujianto)

LASEM, mataairradio.net – Seratusan pelanggan PLN di Kecamatan Lasem tak bisa menikmati listrik sejak sekitar pukul 06.00 WIB, Rabu (12/9), hingga setidaknya pukul 15.00 WIB. Penyebabnya, satu tiang listrik yang ditempati trafo berkapasitas 160 KVA di lokasi RB3 232/12B, tepatnya di Jalan Lasem-Jatirogo, sebelah selatan Masjid Jami Lasem, roboh digantol truk.

Berdasarkan pantauan mataairradio.net, Rabu (12/9), tiang listrik yang roboh itu memakan hampir separuh dari badan jalan. Dan begitu roboh, seketika aliran listrik ke pelanggan PLN di Lasem hingga Pamotan, terputus.

Arus lalu lintas di jalur Lasem-Jatirogo pun menjadi sedikit terganggu. Sejurus kemudian, polisi langsung memasang pembatas untuk mengamankan lokasi.

Pihak PLN Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Rembang yang segera menerima laporan bergegas melakukan penanganan. Namun, penanganan sampai hampir tiga jam pertama, masih sebatas melokalisasi pemadaman. Artinya, pemadaman kemudian hanya terjadi di titik yang mendapatkan pembagian suplai listrik melalui trafo tersebut.

Meski demikian, padamnya listrik membuat seratusan pelanggan PLN yang hampir semuanya merupakan pemilik usaha pertokoan, kelabakan dan kehilangan sedikit penghasilannya.

“Kalau listrik padam sampai sore hari, tentu akan menambah beban operasional toko kami. Kami harus mengganti listrik dengan jenset dan itu praktis menambah ongkos. Banyak dagangan kami, seperti es krim juga berpotensi meleleh dan menurunkan pembelian atas produk itu,” kata Siti Khoirum, seorang pramuniaga Indomart I Lasem.

Menurut saksi mata yang seorang pesuruh kantor di Bank Jateng Cabang Pembantu Lasem, Darmono (42), kejadian bermula ketika sebuah truk boks bernomor polisi H 1841 EP yang dikemudikan Jasmani (39) warga Desa Wuwur Kecamatan Pancur, melaju dari arah utara (perempatan Lasem) hendak menuju selatan.

Namun, sesampainya di lokasi kejadian, armada Jasmani yang bermuatan baja ringan itu justru menggantol tiang listrik. Tak terjadi kerusakan berarti pada armada itu. Demikian juga pada pengemudinya.

“Kejadiannya sekitar pukul 06.00 WIB ketika saya hendak membuka pintu kantor. Warga sekitar sempat panik, khawatir ada yang kena setrum begitu tiang listrik itu roboh dan mencium jalan. Beruntung tidak ada yang menjadi korban, kecuali para pelanggan listrik PLN yang tidak bisa menikmati setrum untuk setidaknya seharian ini,” terangnya.

Staf Teknik pada PLN UPJ Rembang, Rudi Haryanto kepada mataairradio.net, menyatakan sudah melakukan penanganan dan menjamin aliran listrik ke pelanggan akan kembali normal sebelum petang ini.

“Untuk tiang yang roboh dan kabel yang mungkin mengalami putus segera kami lakukan penggantian. Sementara untuk trafonya, stok di APJ Kudus masih ada dan sedang dalam perjalanan ke Rembang. Jika semuanya lancar, sebelum petang aliran listrik di wilayah RB3 232/12B akan kembali normal,” katanya. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan