Lagi, Petani Sumber Tewas Tenggelam di Embung

Senin, 22 April 2013 | 17:48 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

SUMBER, MataAirRadio.net – Kasus petani tenggelam di embung kembali terjadi di Kecamatan Sumber. Kali ini, seorang petani dilaporkan tewas tenggelam di Embung Grawan, Senin (22/4) siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Informasi yang dihimpun reporter MataAir Radio, korban bernama Dasar (40) warga RT 2 RW 1 Dusun Bulak Desa Randuagung. Awalnya korban ikut membantu sang ipar mencangkul di sawah dekat kawasan embung yang berada di sebelah barat Dusun Bulak.

Menurut Gunadi, seorang warga Dusun Bulak yang bekerja di sawah tak jauh dari sawah ipar korban, Dasar sempat mengantar pulang sang istri, Rukini dari merumput di persawahan setempat.

Seusai mengantar istrinya, korban berangkat lagi ke sawah sang ipar namun sebelumnya bermaksud mandi di embung. Saat mandi itulah korban malah tenggelam. Pencarian sempat dilakukan sekitar satu jam dan korban akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa.

Korban meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Jenazah Dasar dikebumikan di tempat pemakaman umum dusun setempat setelah autopsi yang dilakukan dokter dari Puskesmas dan pihak Polsek Sumber menyatakan korban tewas murni karena tenggelam.

Kapolsek Sumber Ajun Komisaris Polisi Bibit AS meminta warga tidak sembarangan mandi di dekat embung untuk menghindarkan kejadian yang tidak diinginkan. Apalagi, hampir semua embung di Kecamatan Sumber tidak dilengkapi pagar, sehingga setiap orang bisa mandi seenaknya.

Sebelumnya, seorang pria paruh baya juga dilaporkan tewas setelah tenggelam di embung Kedungwatu Desa Kedungasem Kecamatan Sumber, Minggu (21/4) siang kemarin sekitar pukul 11.00 WIB.

Kronologinya pun nyaris sama, korban yang bernama Rasmani (50) warga RT 2 RW 3 Dukuh Kalipang Desa Sidomulyo Kecamatan Kaliori itu bermaksud membersihkan diri di embung tersebut, namun akhirnya justru tenggelam dan tewas. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan