Seorang Lagi Tewas Tabrak Lari, Pita Kejut Bukan Solusi

Minggu, 1 Desember 2013 | 18:45 WIB
Ilustrasi : Kecelakaan Lalu Lintas

Ilustrasi : Kecelakaan Lalu Lintas

REMBANG, MataAirRadio.net – Kasus tabrak lari kembali terjadi di Jalur Pantura Rembang. Kali ini terjadi pada Sabtu (30/11) malam di wilayah Desa Tritunggal Kecamatan Rembang, dekat dengan Rumah Makan Pringsewu. Korban bernama Sudarmin, warga Desa Kumendung Kecamatan Rembang. Pria berusia 41 tahun itu tewas setelah mengalami cedera berat di bagian kepala.

Korban sempat diketahui melaju dari arah timur menuju barat dengan menunggang sepeda motor jenis Honda Supra bernomor polisi K 4972 ND. Namun sesampainya di lokasi kejadian, sebuah kendaraan diperkirakan meluncur dari arah berlawanan dan berjalan terlalu ke kanan. Lantaran jarak sudah terlalu dekat, tabrakan tak terhindarkan.

Kasatlantas Polres Rembang AKP Sugino mengatakan, ketiadaan saksi menghambat upaya menangkap pelaku tabrak lari. Dia meminta kepada warga sekitar agar lebih peduli terhadap kasus semacam itu, dengan cepat melapor kepada polisi.

Menurut Kasatlantas, Jalur Pantura Tritunggal sebenarnya bukan kategori kawasan rawan kecelakaan. Meskipun demikian, ke depan, pihaknya akan menambah patroli untuk meredam kendaraan agar tidak meluncur dengan kecepatan ugal-ugalan.

Disinggung mengenai kebutuhan penambahan pita kejut di Jalur Pantura setempat, polisi mengaku belum mempertimbangkannya. Kasatlantas berdalih, pemasangan pita kejut cukup menyita anggaran. Lagipula dibutuhkan penelitian dengan menggandeng pihak lain, untuk pemasangan pita kejut.

Menurut Sugino, pita kejut bukan satu-satunya sarana pengurang kecepatan dan penekan angka kecelakaan di Jalur Pantura Pasarbanggi hingga Tritunggal. Mengingat efisiensi dan efektifitas dana, polisi justru akan mengutamakan patroli malam untuk menekan terulangnya insiden serupa.

Secara khusus, Kasatlantas berharap kepada masyarakat pengguna jalan untuk tertib dan sadar diri dalam menjaga keselamatan berlalu lintas. Meski angka kecelakaan lumayan menurun, setidaknya selama sembilan bulan dia bertugas di Rembang, namun tetap saja, kasus tabrakan tetap menjadi momok di jalanan.

Sebelumnya, kasus tabrak lari terjadi di Jalur Pantura Pandean, sebelah barat Terminal Rembang. Korban adalah Sukarti (65), warga Sendangagung Kecamatan Pamotan. Saat itu, korban hendak menyeberang jalan sepulang mengaji di sebuah pesantren, tidak jauh dari lokasi kejadian. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan