Ngecor Jalan, Mukhid Tewas Disambar Petir

Jumat, 15 November 2013 | 16:35 WIB
Karnawi dan Supari harus mendapat perawatan karena mengeluh sakit di kepalanya.

Akibat tersambar petir Karnawi dan Supari harus mendapat perawatan karena mengeluh sakit di kepalanya.

REMBANG, MataAirRadio.net – Seorang tewas dan dua orang lainnya harus mendapat pertolongan medis akibat disambar petir di ruas Jalan Maguan-Meteseh Kecamatan Kaliori, Jumat (15/11) siang. Korban tewas bernama Mukhid. Adapun dua orang yang dilarikan ke pertolongan medis masing-masing Karnawi dan Supari. Ketiganya berumur sepantaran, sekitar 53 tahun, dan merupakan warga Desa Maguan.

Saat petir menyambar sekitar jam 11 siang, ketiga korban bersama tujuh orang lainnya sedang melakukan pengecoran jalan. Mereka baru empat hari ini bekerja sebagai buruh perbaikan jalan yang berada persis di sebelah selatan pertigaan Maguan, lepas dari permukiman. Ketika itu, cuaca sedang mendung gelap, setelah sebelumnya panas terik.

Mukhid yang berdiri di paling timur, langsung terpental begitu petir menyambarnya. Kepala dan lehernya gosong. Karnawi dan Supari yang berada di sebelah barat Mukhid juga terjengkang beberapa meter. Mukhid menghembuskan nafas terakhir, ketika hendak dibawa ke Puskesmas Kaliori. Sementara Karnawi dan Supari harus mendapat perawatan karena mengeluh sakit di kepalanya.

Musrikah, istri Supari yang ditemui di Ruang Melati Nomor 16 RSUD dr R Soetrasno Rembang mengaku kaget mendapat kabarnya disambar petir. Saat itu, dia tengah berjualan semangka di pasar. Dia bersyukur suaminya masih diberikan keselamatan, lolos dari bencana tersebut.

Musrikah menambahkan, wilayah Desa Maguan belum pernah terjadi bencana petir. Seingatnya, baru kali ini bencana tersebut datang. Dia berharap yang demikian tak kembali terulang. Sementara itu, Karnawi yang dirawat di Puskemas Kaliori dilaporkan sudah diperbolehkan pulang karena traumanya tidak terlalu serius.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Rembang Suharso mengatakan, cuaca yang pagi hari tampak cerah dan terik, namun tiba-tiba menjadi mendung gelap pada siang hari, perlu diwaspadai. Pada saat kondisi cuaca seperti itu, rawan angin puting beliung maupun petir.

Masyarakat diminta mencermati perubahan cuaca. Bagi petani atau masyarakat yang tengah beraktivitas di luar rumah atau di tempat terbuka, agar menunda berkegiatan saat petir mulai berkilatan. Adapun yang sudah terlanjur berada di tempat terbuka, agar secepatnya berteduh dan melanjutkan aktivitas kembali pada saat cuaca aman.

Suharso menambahkan, wilayah Kaliori dan Sumber, terbilang rawan bencana puting beliung dan petir. Lantaran potensi tersebut, masyarakat di dua kecamatan ini, agar waspada dan siaga bencana. Menurutnya bukan berarti kecamatan lainnya bebas dari kedua bencana tersebut. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap bencana berlaku kepada siapa saja dan dimana saja. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan