Terserempet Truk, Dua Penumpang Mobil Bak Terbuka Tewas

Senin, 18 November 2013 | 15:11 WIB
Mobil bak terbuka jenis L300 bernomor polisi K 1793 HD yang terserempet truk. (Foto:Dlun)

Mobil bak terbuka jenis L300 bernomor polisi K 1793 HD yang terserempet truk. (Foto:Puji)

KALIORI, MataAirRadio.net – Dua orang tewas dan enam orang lainnya luka-luka akibat serempetan antara mobil bak terbuka jenis L300 dengan truk di Jalur Pantura wilayah Desa Dresi Wetan Kecamatan Kaliori pada Minggu (17/11) sekitar jam delapan malam. Saat kejadian cuaca masih mendung selepas hujan, sehingga jalanan basah.

Dua orang korban tewas adalah Tarmi (45) dan Wahyu Setya Budi (9). Sedangkan enam korban luka adalah Jasmin (53), Sarmijan (40), Turiyem (50), Jasmani (70), Siswanto (30), dan Pardi (60). Semua korban adalah warga RT 6 RW 1 Desa Kedungtulup Kecamatan Sumber. Khusus Wahyu Setya Budi ternyata adalah anak dari Sarmijan, salah satu korban luka dalam kecelakaan itu.

Insiden bermula ketika mobil rombongan yang dikemudian Ahmad Kamdani, melaju dari arah timur menuju barat atau hendak pulang ke Kedungtulup dari membesuk salah satu warga setempat yang tengah dirawat di rumah sakit. Di depan L300 melaju sepeda motor yang tidak diketahui nama pengendara maupun nomor polisi kendaraannya.

Sesampainya di lokasi kejadian, pengendara sepeda motor itu terjatuh diduga akibat jalanan licin. Lantaran kaget, pengemudi L300 bernomor polisi K 1793 HD, berusaha banting setir ke kanan. Namun dari arah berlawanan, melaju truk yang tidak diketahui nomor polisinya. Meski sempat menghindar, kedua armada itu tak luput dari serempetan. Delapan dari 25 penumpang menjadi korban. Dua di antaranya tewas. Kasatlantas Polres Rembang AKP Sugino mengaku masih mendalami kasus kecelakaan ini.

Menyangkut kecelakaan tersebut, Kasatlantas mengimbau setiap pengemudi maupun pengendara kendaraan bermotor untuk berhati-hati ketika melintas di jalanan yang basah akibat guyuran hujan. Apalagi jika ternyata kondisi jalanan gelap.

Secara khusus, AKP Sugino menyorot masih nekatnya sebagian pengemudi angkutan barang yang memanfaatkan armadanya untuk mengangkut penumpang. Menurut dia, aksi seperti itu mestinya tidak berlanjut mengingat yang dirugikan adalah pengemudi sendiri.

Kasatlantas mengaku tidak bisa membayangkan; jika olengnya kendaraan berlanjut pasca-serempetan, maka akan timbul lebih banyak lagi korban. Meski sopir L300 melanggar aturan, pihaknya belum menjadikannya sebagai tersangka. Sebab pihak pengemudi truk lawan sampai Senin (18/11) siang, belum diketahui.

Sementara itu, dua korban tewas sudah dikebumikan di tempat pemakaman umum desa setempat. Sarmijan sempat memaksakan diri untuk pulang mengantarkan jenazah anaknya ke peristirahatan terakhir. Setelah pemakaman, Sarmijan kembali menjalani perawatan di RSUD dr R Soetrasno Rembang akibat luka-luka. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan