Tercemplung Kedung, Sujadi Tutup Usia

Selasa, 1 Januari 2013 | 22:58 WIB

SUMBER – MataAirRadio.net, Bocah berusia delapan tahun bernama Sujadi, warga RT 1 RW 6 Dusun Padas Desa Jatihadi dilaporkan tenggelam dan akhirnya tutup usia, diduga setelah terpeleset dan tercemplung ke sebuah kedung di dusun setempat, Selasa (1/1) sekitar pukul 16.30 WIB.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun reporter MataAir Radio, sebelum nahas itu, Sujadi sebenarnya sedang ikut kakeknya, Lamijan, ke sawah untuk menyiangi tanaman padi alias “matun”.

Saat nahas menimpa anaknya, sang ibu sedang asyik juga bertani, tetapi di sawah yang lain. Ayahnya pun sudah lama pergi meninggalkan rumah akibat ketidakharmonisan rumah tangga.

Wage (39) seorang tetangga korban menuturkan, saat mulai menyiangi tanaman, Lamijan masih memastikan cucunya itu ada di dekatnya. Namun sebentar kemudian, cucunya berlalu darinya. Lamijan pun mengira Sujadi sedang bermain.

Tetapi sampai Lamijan hendak pulang, cucunya tak segera kembali menghampirinya sehingga ia pun mencari dan akhirnya menemukan Sujadi sudah mengambang di kedung.

Buru-buru Lamijan berupaya mengevakuasi cucunya dibantu seorang petani yang juga warga setempat bernama Rasi. Namun, nyawa Sujadi tak bisa diselamatkan.

Sujadi adalah putra pasangan Sudar dan Sucipto. Ia memiliki saudara kembar bernama Sujatman. Sujadi masih tercatat sebagai siswa kelas tiga di sekolah dasar negeri setempat.

Sementara itu, ibu korban tampak histeris hingga anaknya diberangkatkan ke pemakaman. Jenazah Sujadi dikebumikan di pemakaman umum desa setempat, petang itu juga.

Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Sumber Aiptu Taat Ujianto menyatakan, korban meninggal dunia murni akibat tenggelam diduga setelah terpeleset. Pihaknya berharap kepada setiap orang tua untuk tak mengendurkan pemantauan terhadap aktivitas anak-anaknya. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan