Tekan Angka Kecelakaan, Tambah Lampu Jalan dan Pita Kejut

Kamis, 29 Agustus 2013 | 16:21 WIB
Bangkai Bus Jaya Utama Masih Diamankan di Makolantas Polres Rembang hingga Kamis (298) siang. (Foto Puji)

Bangkai Bus Jaya Utama Masih Diamankan di Makolantas Polres Rembang hingga Kamis (298) siang. (Foto Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net – Jumlah lampu penerangan jalan umum dan pita kejut di sepanjang Jalan Pantura Rembang perlu ditambah untuk menekan angka kecelakaan di jalur pantai utara Jawa kabupaten ini.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang Ajun Komisaris Polisi Sugino, Kamis (29/8) siang mengatakan, penambahan lampu jalan bahkan terbilang mendesak. Menurutnya, sejumlah kasus kecelakaan yang terjadi di sepanjang Jalur Pantura Rembang adalah buntut minimnya penerangan jalan umum.

Sebut saja kecelakaan yang melibatkan bus Jaya Utama dan truk tronton di Jalan Pantura Banyudono Kaliori, Senin (26/8) malam kemarin. Kecelakaan yang merenggut tiga nyawa itu, salah satunya akibat kondisi jalanan yang gelap. Selain itu, kecelakaan bus Cemerlang yang terjun ke laut Manggar Sluke pada Mei lalu, juga dipicu salah satu sebab yang sama.

Kasatlantas juga mengatakan, pita kejut atau “speed trap” pada jalanan dekat kawasan sekolahan pun perlu ditambah. Tidak kalah penting pula, penggantian rambu penunjuk arah yang sudah usang oleh Dinas Perhubungan setempat.

Belakangan ini, aparat Satlantas Polres Rembang sedang serius mengusulkan pembuatan kembali markah jalan di kawasan Tikungan Bonang dan Binangun Lasem. Di kedua tikungan tersebut, kondisinya gelap pada malam hari sehingga perlu ditambah lampu penerangan jalan.

Kasatlantas menambahkan, pemasangan pagar baja sebagai pembatas atau “guardrail” di Jalur Pantura yang berbatasan langsung dengan laut, diharapkan segera terpasang dalam waktu dekat.

Berdasarkan rencana strategis yang diterima kepolisian dari pemerintah kabupaten ini, penambahan penerangan jalan akan ditambah secara bertahap. Namun untuk “guardrail” belum ada kejelasan dari Dinas Bina Marga maupun Dinas Perhubungan.

Untuk diketahui, jumlah kecelakaan di Kabupaten Rembang dalam kurun Agustus ini mencapai 37 kasus. Dari puluhan kasus kecelakaan tersebut, sebanyak 11 orang meninggal dunia dan 43 orang lainnya menderita luka. Dari 11 orang korban tewas itu, lima diantaranya disumbang dari kasus kecelakaan dalam sepekan terakhir. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan