Tebing Bawah Jembatan Gantung Karaskepoh Kembali Longsor

Wednesday, 18 December 2013 | 14:44 WIB
Tebing sepanjang sekitar 100 meter di bawah jembatan gantung di Desa Karaskepoh Kecamatan Pancur longsor pada Rabu (18/12). (Foto:Puji)

Tebing sepanjang sekitar 100 meter di bawah jembatan gantung di Desa Karaskepoh Kecamatan Pancur longsor pada Rabu (18/12). (Foto:Puji)

PANCUR, MataAirRadio.net – Tebing sepanjang sekitar 100 meter di bawah jembatan gantung di Desa Karaskepoh Kecamatan Pancur longsor pada Rabu (18/12) pagi. Konstruksi bangunan tebing yang belum lama dibangun itu diduga tidak cukup kuat menahan laju arus sungai begitu debitnya bertambah.

Longsornya tebing sisi timur sungai itu tidak kali ini saja terjadi. Dalam kurun dua tahun terakhir, sudah tiga kali terjadi longsor. Perbaikan yang dilakukan seolah menjadi sia-sia. Apalagi, tepat di sebelah utara dari tebing yang longsor tengah berlangsung pembangunan tebing sepanjang sekitar 50 meter.

Muanah, seorang bakul tempe yang ditemui seusai melintasi jembatan gantung mengaku kaget melihat tebing bawah yang kembali longsor. Sebab ketika berangkat berjualan ke Desa Karaskepoh, warga Desa Tuyuhan ini belum melihat adanya tebing yang longsor. Dia menyebut, longsornya tebing di sisi timur sungai itu sudah beberapa kali terjadi.

Dia berharap, segera ada penanganan terhadap tebing dengan kualitas yang baik. Sebab pada tebing yang longsor ini, belum lama diperbaiki dan saat kejadian hanya banjir kecil yang berlangsung. Jika banjir bertambah besar, bisa jadi tebing yang berada di sepanjang sisi timur akan amblas total.

Kasmuri, mandor proyek perbaikan tebing di sebelah utara longsoran menduga, kejadian berlangsung pada dini hari setelah guyuran hujan hampir semalaman. Dia juga mengaku kaget begitu mendapati longsor ketika tiba di lokasi pekerjaan pagi itu.

Apalagi dari sekitar 50 meter tebing yang tengah dikerjakannya, ada sekitar tujuh meter yang turut longsor. Padahal pekerjaan penebingan itu mestinya selesai dikerjakan pada Kamis 19 Desember ini.

Melihat ada sebagian tebing pekerjaannya yang longsor, dia mengaku sudah mengontak bos-nya. Namun belum ada perintah perbaikan. Kasmuri mengaku mengkhawatirkan laju longsor. Jika banjir besar terjadi, tebing yang nyaris tuntas dibangun itu terancam turut tergelontor arus dan amblas.

Kepala Desa Karaskepoh Siti Sri Murniati mengakui debit air sungai cenderung semakin meningkat seiring intensitas curah hujan yang meninggi. Sebenarnya begitu hujan deras mengguyur, warga terdekat langsung memantau kondisi jembatan gantung yang panjangnya mencapai 48 meter itu.

Dia pun mengakui, longsor pada bagian tebing mengancam kelangsungan jembatan gantung. Apalagi pada tebing bagian barat juga mulai muncul kerusakan. Dia menegaskan, ada baiknya Pemerintah segera memikirkan secara serius pembangunan jembatan baru secara permanen di sebelah selatan jembatan gantung. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan