Tawuran Dua SMK Negeri Meletus Lagi

Rabu, 29 Februari 2012 | 08:14 WIB


KOTA – Sejumlah siswa SMK Negeri 1 dan SMKN 2 Rembang kembali terlibat tawuran pada menjelang jam pulang sekolah di jalur Pantura, kawasan dekat SMK Negeri 2 setempat, Rabu (29/2) sekitar pukul 13.30 WIB.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, tawuran bermula ketika puluhan siswa diduga berasal dari SMK Negeri 1 Rembang yang datang dengan mengendarai sepeda motor, tiba-tiba menghujani halaman sisi barat SMKN 2 Rembang, dekat bengkel “Teknika” sekolah itu, dengan batu.

Sontak aksi sejumlah pelajar tersebut memantik balasan dari beberapa siswa SMKN 2 Rembang yang masih tinggal di sekolah. Aksi saling lempar batu antarpelajar itu pun tak terelakkan.

Meski demikian, dilaporkan tidak ada korban luka dalam insiden yang terjadi selepas jam pelajaran tersebut. Petugas pengendali massa dari Polres Rembang berhasil menghalau puluhan pelajar itu, tak lama kemudian.

Tawuran kali ini diduga sebagai buntut atas terlukanya seorang siswa SMKN 1 Rembang bernama Romi akibat pukulan benda tumpul pada kejadian serupa, Senin (27/2).

Saat itu sejumlah pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Rembang terlibat tawuran dengan beberapa siswa SMKN 2 Rembang ketika berlangsung pekan olahraga pelajar daerah (Popda) cabang bola voli di Alun-alun kota setempat, Senin (27/2) sekitar pukul 10.45 WIB.

Tawuran melibatkan pelajar kedua SMK negeri tersebut juga diduga merupakan buntut dari perseteruan pelajar sekolah tersebut usai bertemu di ajang turnamen futsal antarpelajar di Lasem, belum lama ini.

“Setelah aksi saling lempar batu siang ini (29/2), kami langsung mengumpulkan seluruh taruna dan taruni. Kami berikan arahan agar mereka tidak mudah terpancing provokasi dari oknum pelajar sekolah lain (SMKN 1 Rembang),” kata Kepala SMKN 2 Rembang, Gatot Raharjo, di sela memberikan arahan kepada para siswa sekolah itu.

Pihaknya belum akan memberikan sanksi kepada para pelajar yang terlibat aksi tawuran tersebut. “Fokus kami masih pada upaya meredakan emosi siswa dan mencegah agar tawuran tidak terulang. Hanya, kami yakin bukan siswa SMK ini pemicu tawuran ini,” kata dia.

Petugas dari Polres Rembang Inspektur Polisi Satu Muhammad Syuhada meminta para pelajar bisa lebih mengendalikan emosinya. “Dari sekian aksi tawuran melibatkan pelajar yang terjadi di negeri ini, siswa sendirilah yang merugi. Mulai dari dikeluarkan dari sekolah, hingga risiko kecacatan permanen akibat tawuran. Pikir sebelum bertindak,” kata dia saat memberikan arahan di depan puluhan siswa SMKN 2 Rembang.

Ia pun mengimbau para pelajar yang memiliki ‘hobi’ berkelahi agar segera menyalurkannya dalam hal positif. “Ukuran seseorang kuat atau tidak bukan dari seberapa sering dia berkelahi atau tawuran. Masih ada olahraga tinju, pencaksilat, dan lainnya untuk membuktikan (kekuatan),” kata dia menambahkan.

Kepala SMKN 1 Rembang, Singgih Daryanto menyesalkan terulangnya insiden tawuran melibatkan pelajar sekolahnya. “Setelah kejadian siang (29/2) ini, kami juga langsung menggelar apel untuk memberikan pengarahan bagi siswa,” kata dia.

Pihaknya pun mengaku belum akan memberikan sanksi bagi pelajar yang terlibat tawuran. “Kami belum mengantongi nama-nama siswa yang terlibat dalam tawuran ini. Hanya, ketika kami mendapati seorang pelajar terbukti terlibat tawuran, sekolah bakal menjatuhkan skor 100 dan terancam dikeluarkan dari sekolah atau dikembalikan kepada orang tua,” kata dia. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. ichuz dreamer

    Maret 12, 2012 at 12:35 pm

    Pemenang masa Depan bukanlah mereka yang mudah terpancing emosi dan bergerak dengan hantam tanpa berpikir tenang untuk mencari solusi dari
    Suatu permasalahan ,…

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan