Awal Tanam Tembakau Tahun Ini Tidak Tepat

Kamis, 22 Agustus 2013 | 16:24 WIB
Petani tembakau.

Petani tembakau.

REMBANG, MataAirRadio.net – Sejumlah petani tembakau di Kabupaten Rembang menilai, awal menanam tembakau musim ini, tidak tepat atau terlalu awal. Menurut Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Rembang, tanaman tembakau memerlukan cuaca yang lumayan panas, lahan yang kering, dan pasokan sinar matahari yang cukup.

Menurut Ketua APTI Rembang Maryono ketika dihubungi Kamis (22/8) siang, akibat menanam di waktu yang tidak tepat, sebagian tembakau petani berkualitas jelek. Misalnya, akibat pasokan sinar matahari yang kurang, daun tembakau menjadi berwarna gelap kehitaman.

Ia berpendapat, waktu yang tepat untuk menanam tembakau adalah pada bulan Mei, tidak Maret sebagaimana tahun ini. Sementara itu, pada masa penjualan setelah Lebaran, mayoritas petani sudah mendapat peningkatan kualitas dan harga tembakau. Kini cukup banyak tembakau yang dijual berkualitas super dengan harga hingga Rp40.000 per kilogram.

Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Rembang pun mencatat, sudah sekitar 50 persen tembakau petani yang masuk ke perusahaan mitra, sampai dengan akhir pekan kemarin. Bahkan petani tembakau yang berada di wilayah barat Kabupaten Rembang, kini memasuki masa petik akhir.

Maryono menambahkan, penawaran dari perusahaan mitra untuk menanam jagung setelah masa panen tembakau berakhir, tidak banyak direspon petani. Mereka ragu, jagung akan tumbuh dengan baik pada cuaca panas seperti sekarang.

Sementara itu, Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Yosophat Susilo Hadi mengatakan, masa tanam memang menjadi salah satu evaluasi dari musim tembakau tahun ini.

Namun pihaknya memastikan, awal tanam tembakau tahun ini sudah berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG. Namun prakiraan cuaca itu meleset karena gangguan cuaca. Ia menyebutkan, awal tanam tembakau idealnya dilakukan pada sekitar bulan April. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan