Tak Cocok Dengan Kades, Lima Sekdes Mutasi

Kamis, 31 Mei 2012 | 02:03 WIB


REMBANG – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rembang mencatat ada lima orang sekretaris desa yang mutasi dari desa setempat ke instansi lain seperti ke kecamatan, antara lain karena terjadi ketidakcocokan dengan kepala desa.

Menurut Kepala BKD Kabupaten Rembang, Suparmin, Selasa (29/5), mutasi sekdes dari desa ke instansi lain atau sebaliknya memang bisa dilakukan, namun ada ketentuannya.

“Sesuai dengan PP Nomor 45 Tahun 2007, mutasi bagi sekdes bisa dilakukan setelah paling cepat bertugas selama enam tahun dan atau kalau sudah tidak ada lagi sinkronisasi antara sekdes dengan kades setempat,” terang Suparmin saat ditemui di kantornya.

Meski demikian, kendati seorang sekdes bisa pindah tugas dengan pertimbangan sinkronisasi, pihaknya menyatakan tidak akan asal teken permintaan mutasi.

“Kita sudah berupaya mengerem atau memfilter permintaan mutasi sekdes dengan melakukan pembinaan-pembinaan. Sebab, kami sadari, untuk mengisi jabatan sekdes yang telah lowong karena ditinggalkan pejabat lama seperti karena meninggal, atau karena memang awalnya kosong akibat pejabat yang dulu tidak memenuhi persyaratan untuk diangkat menjadi pegawai negeri sekdes, cukup kesulitan,” terang dia.

Disebutkan, desa-desa yang mengalami kekosongan sekdes lantaran yang bersangkutan mengajukan mutasi dan dikabulkan adalah Desa Sulang dan Bogorame Kecamatan Sulang, Desa Bonang Kecamatan Lasem, Desa Sedangwaru Kecamatan Kragan, dan Desa Bajingjowo Kecamatan Sarang.

“Sebenarnya, dasar kami memproses permintaan mutasi adalah surat dari Camat. Selagi Camat setempat memberikan pengantar, tidak ada alasan bagi kami untuk tidak memenuhinya. Karena yang tahu detil wilayah setempat ya Camat,” tegas dia.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun suararembang, ketidakcocokan antara sekdes dengan pihak desa diduga dipicu oleh rasa cemburu antarkedua belah pihak. Sejumlah kades menuding sekdes tidak mematuhi jam ngantor dan sekdes pun menuding sebaliknya.

Kepala Desa Bogorame Kecamatan Sulang, Budi Lestariyono menyatakan sangat menyayangkan maraknya sekdes yang mengajukan pindah instansi alias mutasi dan pemkab terkesan asal mengabulkannya.

“Kalau nuruti ketidakcocokan, namanya berhubungan ya mesti ada. Tapi, kalau kemudiannya sekdes malah minta mutasi dan dikabulkan, ini kan sama saja menyuburkan ketegangan,” tandas dia.

Apalagi, lanjut dia, begitu sekdes pindah ke instansi lain, pemerintah kabupaten tidak serta merta atau tidak segera mengiringinya dengan penempatan pejabat baru.

“Ini jelas membebani kepala desa seperti saya. Semua urusan administratif yang mestinya sebagian besar diselesaikan oleh sekdes menjadi dilimpahkan semuanya ke kades. Ini repot,” keluh Budi.

Karena itu, pihaknya berharap pemkab tidak asal mengabulkan permintaan mutasi dari sekdes. “Mestinya diverifikasi yang detil dan valid dulu sebelum diputuskan,” pintanya. (Puji)




One comment
  1. Mishariyanto

    Februari 7, 2021 at 12:45 pm

    Mohon Mf ini mungkin menyimpang
    Saya mau bertanya
    Bagaimana ya untuk membuat surat rekomendasi dari Kades untuk memindah tugaskan sekdes kekecamatan.mohan info dn format suratnya.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan