Kunjungi Rembang, Syekh Rajab Tinggalkan Dua Wasiat

Sabtu, 13 April 2013 | 16:51 WIB
Syekh Muhammad Rajab Dib memimpin doa di hadapan jemaah salat jumat di Masjid Agung Rembang, Jumat 12 April kemarin. (Foto:Wahyu)

Syekh Muhammad Rajab Dib memimpin doa di hadapan jemaah salat jumat di Masjid Agung Rembang, Jumat 12 April kemarin. (Foto:Wahyu)

REMBANG, MataAirRadio.net – Seorang mufti atau pemimpin Islam Suriah Syekh Muhammad Rajab Dib meninggalkan dua wasiat saat berkunjung ke Rembang Jumat siang 12 April kemarin.

Wasiat pertama yang diserukan Syekh Rajab di hadapan jemaah salat jumat di Masjid Agung Rembang, adalah agar memilih teman atau saudara karena Allah.

Ulama penganut mazhab ahlussunah ini menjelaskan, teman atau sudara yang dipilih adalah yang bisa saling mengingatkan untuk berzikir kepada Allah.

Menurut pemimpin Islam di Suriah yang hafal Alquran di usia 13 tahun ini, teman atau saudara yang demikian perlu supaya ada yang bisa memberikan syafaat di akhirat kelak.

Wasiat yang kedua, ulama Suriah berusia 83 tahun ini menyeru agar menjadikan jumat sebagai hari “perdagangan” yang menguntungkan (dengan Allah).

Menurut ahli tafsir dan guru besar agama Islam di Suriah ini, pada setiap hari Jumat, datanglah ke masjid sebagai rumah Allah dan Allah menjadi “tuan” rumahnya. Sebagai “Tuan Rumah” Allah akan menghormati setiap tamunya.

Di akhir wasiatnya, Syekh Muhammad Rajab Dib menganjurkan umat Islam agar senantiasa memanjatkan sholawat kepada Nabi Muhammad paling sedikit 100 kali karena bagi Allah nilainya sama dengan 1.000 kali.

Menurutnya, barangsiapa yang bersholawat kepada Nabi Muhammad sebanyak 1.000 kali, maka Nabi akan memberikan syafaatnya di Hari Kiamat kelak. InsyaAllah. (Wahyu Salvana)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan