Syawalan, Nelayan Tasikagung Pilih Cuti

Rabu, 22 Agustus 2012 | 09:03 WIB
Seorang nelayan sedang berusaha menepikan perahunya ke persandaran di sepanjang Kali Karanggeneng, Rembang, Selasa (14/8). (Foto: Pujianto)

KOTA, mataairradio.net – Ribuan nelayan asal Desa Tasikagung, Kecamatan Rembang memilih cuti alias libur tidak menangkap ikan, setidaknya hingga 30 Agustus 2012.

Menurut Kepala Desa Tasikagung, Supolo, Rabu (22/8), warganya yang nelayan lebih memilih larut dalam persiapan perayaan tradisi Syawalan 2012 yang bakal mulai digelar Minggu (26/8) hingga Kamis (30/8), ketimbang melaut.

“Sudah menjadi kebiasaan nelayan di desa kami libur melaut hingga perayaan tradisi syawalan selesai digelar,” katanya saat dihubungi melalui saluran telepon.

Disebutkan, tradisi Syawalan akan dimulai dengan menggelar kirab dan larung sesaji di Pantai Tasikagung, Minggu (26/8) dan dilanjutkan dengan panggung musik terbuka, pertunjukan ketoprak, wayang kulit, dan hiburan lainnya. Tradisi Syawalan yang dikemas sekaligus dengan perayaan sedekah laut desa setempat itu berakhir 30 Agustus 2012.

Namun, kendati nelayan Desa Tasikagung libur melaut, Kepala TPI Tasikagung, Tukimin mengaku tetap akan menggelar pelelangan. “Pelelangan mulai kami buka per Kamis (23/8),” katanya.

Meski diperkirakan sepi, pihaknya akan memaksimalkan nelayan dari Kecamatan Kragan dan Sarang, serta nelayan di luar Desa Tasikagung yang memilih tetap melaut. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan