Susun Naskah Raperda, Komisi B Libatkan Ahli

Kamis, 8 Maret 2012 | 09:30 WIB


REMBANG – Komisi B DPRD Kabupaten Rembang berencana melibatkan tenaga ahli untuk membantu penyusunan naskah rancangan peraturan daerah tentang penataan toko modern berjejaring di daerah itu.

“Kami sudah ada pandangan tenaga ahli untuk membantu penyusunan naskah raperda. Dari hasil konsultasi kami dengan Badan Legislatif, rencananya kami ambil dari Universitas Diponegoro Semarang,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rembang, Jihad Asia Pustakawan, Kamis (8/3).

Politikus Partai Amanat Nasional tersebut menjelaskan, rencana melibatkan tenaga ahli dalam penyusunan naskah raperda inisiatif tersebut didasarkan pada sejumlah hal.

“Antara lain, kami ingin naskah raperda yang sedang kami susun sudah mendekati sempurna baik secara kaidah bahasa dan substansi. Pelibatan tenaga ahli dalam hemat kami cukup penting,” kata dia.

Menurut Jihad, pelibatan tenaga ahli yang jumlahnya hanya satu orang tersebut diperbolehkan selagi masih raperda masih dalam tahapan inisiator. “Proses perencanaan perda tentang penataan toko modern berjejaring di daerah ini masih pada tahapan inisiator. Pada tahap ini, pelibatan tenaga ahli diperbolehkan,” kata dia.

Ia optimistis, dengan bantuan tenaga ahli, naskah rancangan peraturan daerah akan selesai sesuai target. “Kami ditarget merampungkan naskah raperda ini pada akhir April 2012. Dengan bantuan tenaga ahli, insyaAllah rampung,” kata dia.

Hanya, meski naskah raperda dimungkinkan rampung dengan mendekati sempurna dari sisi kaidah bahasa, hukum, dan subtansi apabila melibatkan tenaga ahli, naskah tersebut tetap saja akan difinalisasi di tingkat Badan Legislasi.

“Keputusan akhir soal subtansi dan sebagainya tetap ada di tingkat Badan Legislasi dengan merujuk pada hasil konsultasi publik,” kata dia.

Ditambahkan, pada tahap inisiator, pihaknya pun sudah berencana melakukan kunjungan kerja dan konsultasi publik atau “hearing”.

“Jika misalnya harus kunker, pilihannya tentu ke Jepara atau Solo, yang sudah memiliki perda penataan toko modern. Namun, kami masih akan mempertimbangkan apakah harus kunker dan ‘hearing’ atau tidak pada tahapan ini,” kata dia.

Pada kesempatan terpisah, Ketua Badan Legislasi DPRD Kabupaten Rembang Puji Santosa mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya penyusunan naskah raperda tentang penataan toko modern kepada Komisi B.

“Karena gagasan menyusun regulasi berupa raperda untuk penataan toko modern berasal dari Komisi B, maka penyusunan naskahnya juga kami serahkan kepada komisi yang bersangkutan,” kata dia.

Ia menjelaskan, pada tahapan inisiator, penyusunan naskah raperda memang bisa melibatkan tenaga ahli. “Pelibatan tenaga ahli bukan untuk penyusunan naskah akademik, tetapi naskah raperda. Naskah akademik melibatkan institusi bukan perorangan dan penyusunannya dilakukan ketika naskah raperda sudah disetujui di tingkat Baleg dan menjelang dibahas di tingkat pansus,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan