Sopir Bus Tewas, Puluhan Pengurus Ansor Luput Maut

Selasa, 17 Juli 2012 | 07:31 WIB
Apel Banser sebelum diberangkatkan ke Solo, Senin (16/7). (Foto: Puji)

REMBANG – Sebanyak 40 orang pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Rembang nyaris celaka, Selasa (17/7) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, setelah sopir bus yang mengangkut mereka mendadak tewas dalam perjalanan pulang dari menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) Ansor di Solo.

Menurut keterangan salah seorang penumpang di bus tersebut, Khumeidi, sang sopir yang diketahui bernama Arwan, warga RT 6 RW 1 Desa Bulungan, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati itu, diduga mengidap serangan jantung saat perjalanan memasuki wilayah Kecamatan Ngawen, Blora.

“Sebelumnya, bus memang sempat anjlok dari permukaan jalan yang tengah diperbaiki karena mengindari sebuah sepeda motor. Itu sebelum masuk Pasar Ngawen. Saat itu mungkin sopir sudah kaget,” katanya.

Sesampainya di kawasan Pasar Ngawen, lanjut dia, sopir bus Madu Kismo (milik PO Tri Sumber Urip) itu, diketahui tiba-tiba melepaskan kemudinya dan kondisi badannya lemas dengan wajab pucat.

“Bus kami hampir saja menyosor salah satu toko di tepi jalan Ngawen-Blora. Alhamdulillah, Kang Hamid yang berada persis di samping sopir segera bisa mengendalikan kemudi,” katanya.

Begitu bus yang diketahui bernomor polisi K 1605 BB tersebut bisa dikendalikan dan ditepikan untuk berhenti, sang sopir segera dilarikan ke Puskesmas Ngawen, tak jauh dari lokasi kejadian. “Namun saat itu, sopir sudah tak memiliki denyut nadi dan dipastikan sudah meninggal dunia,” tegas dia.

Masduki, penumpang lainnya di bus itu menambahkan, dari pemeriksaan, polisi menemukan kartu periksa kesehatan jantung dari RSUD dr R Soetrasno Rembang di dompet Arwan.

“Dari kartu periksa itu, kemungkinan dia (sopir, red.) baru saja memeriksakan kesehatan jantungnya di RSUD Rembang. Ia mungkin menderita penyakit jatung,” tandas Masduki.

Ia menuturkan, sepanjang perjalanan berangkat ke Solo maupun pulang, sopir tersebut tidak menunjukkan hal-hal aneh seperti mengeluhkan kondisi kesehatannya.

“Dalam perjalanan berangkat semua ya baik-baik saja, termasuk sopir juga tampak sehat. Saat perjalanan pulang pun demikian sehingga kejadian seperti itu tak pernah diduga,” kata dia.

Para penumpang, imbuh Masduki, akhirnya dibawa pulang ke Rembang dengan menggunakan bus yang sama dengan meminjam sopir dari wilayah setempat. “Menjelang Subuh kami sampai Rembang,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan