Seluruh Temuan Situs Sejarah Lasem Bakal Disosialisasikan

Jumat, 7 September 2012 | 04:16 WIB
Pegiat Forum Komunikasi Masyarakat Lasem (Fokmas) Lasem, Ernantoro. (Foto: Pujianto)

LASEM, mataairradio.net – Forum Komunikasi Masyarakat (Fokmas) Lasem bertekad menyosialisasikan seluruh temuan situs bersejarah di daerah itu kepada masyarakat antara lain agar konservasi atas situs-situs itu lebih terjamin.

Pegiat dari Fokmas Lasem, Ernantoro, Jumat (7/9), menandaskan, penyosialisasian situs-situs bersejarah di Lasem kepada masyarakat itu penting agar masyarakat semakin merasa memiliki kekayaan masa lalu itu.

“Sejak awal, kami bertekad agar masyarakat, terutama di Lasem, memiliki semangat yang sama untuk menjaga situs-situs sejarah. Semangat menjaga itu akan muncul apabila mereka mengenal situs-situs sejarah yang ada,” tandasnya.

Ia menyebutkan, sebagaimana hasil pendataan dari Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta, terdapat 541 titik situs sejarah yang ada di wilayah Lasem, yang upaya konservasinya memerlukan peran aktif masyarakat.

Situs-situs yang kebanyakan terdiri atas barang-barang berbahan keramik dan rumah pecinan tersebut, menurut Ernantoro, rentan terhadap aksi penjualan atau pengalihfungsian bangunan oleh pemiliknya, apabila masyarakat luas tak turut menjaganya.

“Sosialisasi akan kami lakukan paling cepat awal Oktober 2012, dimulai dari empat desa di Lasem yang menjadi tapak dari banyak situs sejarah yakni Kajar, Dasun, Soditan, dan Sendangcoyo, serta berlanjut ke desa-desa lainnya,” katanya.

Ia pun berharap, dalam penyosialisasian situs sejarah Lasem kepada masyarakat itu, pihak Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah berkenan turut serta.

“Ini karena dari sebanyak 541 titik situs sejarah di Lasem itu, BP3 Jateng baru merekomendasikan sebanyak 122 titik situs sejarah di antaranya untuk dikonservasi. 419 situs sejarah lainnya tentu perlu peran aktif masyarakat dalam konservasinya. Teknisnya, BP3 perlu memberi penjelasan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya masih secara intens mengomunikasikan harapan tersebut kepada pihak BP3 Jateng. “Agar lebih bermanfaat, sosialisasi temuan situs sejarah di Lasem itu rencananya akan kami dikemas dalam kegiatan penanaman pohon,” pungkasnya. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan