Sejumlah Desa di Rembang Masih Kekurangan Air

Sabtu, 8 Desember 2012 | 15:42 WIB

Ilustrasi

SLUKE – MataAirRadio.net, Sejumlah daerah di Kabupaten Rembang ternyata masih mengalami kekurangan air, meski hujan sudah cukup sering mengguyur wilayah ini setidaknya dalam kurun tiga pekan terakhir.

Berdasarkan pantauan reporter MataAir Radio hampir setiap kecamatan di Kabupaten Rembang memiliki desa yang masih kekurangan air. Curah hujan memang terpantau belum cukup merata di kabupaten ini.

Sabtu (8/12) pagi, bantuan 15.000 liter air bersih dan tandon air dilaporkan masih terkucur untuk Desa Manggar Kecamatan Sluke. Namun, bantuan tidak berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tetapi dari Mantan Pangdam IV Diponegoro, Mayor Jenderal Purnawirawan Mulhim Asyrof.

Mulhim Asyrof yang sempat diwawancara reporter MataAir Radio menyebutkan, hujan memang sudah mulai turun, namun kenyataannya masih ada daerah-daerah yang membutuhkan air. Tidak hanya di Rembang, tetapi juga di daerah lain seperti Sragen.

Dengarkan rekaman di sini.

Mulhim juga menyebutkan di Kabupaten Rembang, pihaknya menggelontorkan sebanyak 30 tangki air bersih berikut tandon air kepada warga di desa yang masih kekurangan air.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Rembang Suharso mengatakan, bantuan air bersih dari pihaknya sudah dihentikan mulai akhir Oktober lalu.

Namun, Suharso meyakini, ada beberapa desa yang curah hujannya belum tinggi, sehingga debit air di sumur atau tandon lainnya belum normal. Apalagi, curah hujan tinggi masih terbatas di wilayah barat kabupaten ini, sedangkan di wilayah tengah dan timur, masih rendah.

Dengarkan rekaman di sini.

Sepanjang musim kemarau 2012, hampir semua desa di Kabupaten Rembang mengalami krisis air bersih, terutama daerah-daerah yang selama ini menjadi langganan air langka.

BPBD Kabupaten Rembang berencana meminimalkan krisis air bersih pada tahun-tahun mendatang melalui program pengelolaan sungai secara terpadu. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan