Sedimentasi Parah, Muara Sungai Karanggeneng Segera Dinormalisasi

Rabu, 29 Agustus 2012 | 07:05 WIB
Tim dari BPBD Kabupaten Rembang melakukan pengukuran di muara Sungai Karanggeneng, Selasa (28/8). (Foto: Pujianto)

KOTA, mataairradio.net – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang akan segera menormalisasi muara Sungai Karanggeneng menyusul sedimentasi parah yang mengganggu lalu lintas perahu dan kapal nelayan.

Kepala BPBD Kabupaten Rembang, Suharso, Rabu (29/8), mengatakan, normalisasi juga dimaksudkan agar aliran air sungai itu menjadi lancar. Sebab, katanya, selama ini sedimentasi parah mengakibatkan sungai mudah banjir.

“Paling tidak pada Oktober 2012, normalisasi akan dilakukan dengan menggunakan anggaran dari APBD-Perubahan 2012. Tinggal nunggu dok APBDP kemudian normalisasi bisa dilakukan,” terangnya kepada mataairradio.net.

Suharso menjelaskan, normalisasi juga akan dilakukan dengan membuat tebing dan krip di tepi sungai. “Soal panjang kawasan muara yang hendak dinormalisasi, kami belum bisa sebutkan lantaran masih dalam pengukuran tim teknis,” katanya.

Pihaknya juga berjanji akan melakukan segera sosialisasi kepada para nelayan yang bisa menyandarkan perahunya di sepanjang pucuk aliran sungai itu.

“Nanti kalau sudah mau mulai normalisasinya, kami akan menyosialisasikannya kepada warga. Saat ini, kami masih melakukan pengukuran muara sungai yang akan dinormalisasi,” ujarnya.

Pemkab Rembang menganggarkan kocek tak kurang dari Rp2,5 miliar untuk dua kegiatan BPBD pada tahun ini melalui APBD Perubahan 2012. Dua kegiatan itu adalah normalisasi muara Sungai Karanggeneng dan pembangunan “breakwater” di Kragan.

“Untuk pembangunan ‘breakwater’ di Kragan, tujuannya untuk mengurangi ancaman abrasi pantai di wilayah itu. ‘Breakwater’ akan dibangun dengan panjang paling tidak 500 meter,” katanya menyebutkan. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan