Satu Liter Bensin Mampu Tempuh Jarak 3500 Kilometer

Thursday, 21 May 2015 | 08:54 WIB
Bukan yang tercepat, tapi berupaya menjadai yang terhemat. Mobil rancangan mahasiswa Trier, Jerman, mampu menempuh jarak 3500 km dengan satu liter bensin. (Foto: dw.de)

Bukan yang tercepat, tapi berupaya menjadi yang terhemat. Mobil rancangan mahasiswa Trier, Jerman, mampu menempuh jarak 3500 km dengan satu liter bensin. (Foto: dw.de)

 

mataairradio.com – Bentuknya yang seperti mobil balap mini, ditambah dengan pengemudi yang mengenakan helm, membuat orang mudah tertipu. Tapi “Protron” atau “Aeris” bukan dibuat untuk melesat kencang, melainkan untuk berkendara sehemat mungkin.

Mobil elektrik buatan Universitas Trier ini diyakini mampu melahap jarak 3500 Kilometer per satu liter bensin super. Artinya secara kasar orang dapat berkendara dari Jakarta ke Hanoi, Vietnam, cuma dengan membakar satu liter bahan bakar.

Bobot Kendaraan Faktor Terbesar
Menyoal jarak tempuh, bobot pengemudi menjadi faktor menentukan. Semakin ringan pengemudi, semakin sedikit pula energi yang dibutuhkan. Untuk menggenjot performa, tim peneliti membangun ulang badan “Protron” dengan menggunakan serat karbon. Hasilnya bobot kendaraan menjadi lebih ringan 10 kilogram, menjadi cuma 37 kg.

Hal serupa berlaku untuk pengemudi, “ia tidak boleh lebih besar dari 1,60 meter dan punya berat maksimal 50 kilogramm,” kata kepala proyek, Matthias Braband. Sebab itu pula “Protron” dikendarai oleh seorang perempuan. “Di dalamnya lebih cantik ketimbang yang terlihat di luar,” kata Stephanie Rodermund seperti dilansir dari laman dw.de.

Menjawab Tantangan Mobilitas Modern?
Mobil ajaib itu mudah dikendarai, kata Rodermund. Seninya adalah berkendara secara konstan sehingga bisa menghemat energi. “Protron” digerakkan oleh dua mesin elektrik. Karena menggunakan sel bahan bakar, gas buang mobil ini 100 persen berbentuk air.
“Bagaimana menjamin mobilitas di abad ke-21 kendati bahan bakar yang semakin minim, adalah pertanyaan terpenting generasi kita,” kata Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di negara bagian Rheinland Pfalz, Doris Ahnen. Sebab itu pengetahuan yang didapat melalui proyek semacam ini “sangat berguna,” buat dunia sains dan ekonomi.

 

Sumber: dw.de
Editor: Arif Bahtiar




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan