Satpol Garuk Lapak PKL Berkedok Perbaikan Alun-Alun

Selasa, 17 Desember 2013 | 15:10 WIB
Lapak pedagang kaki lima yang diamankan di belakang Markas Satpol PP Rembang. (Foto:Puji)

Lapak pedagang kaki lima yang diamankan di belakang Markas Satpol PP Rembang. (Foto:Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net – Sejumlah lapak milik pedagang kaki lima di kawasan Alun-Alun Kota Rembang digaruk aparat Satuan Polisi Pamong Praja setempat pada Selasa (17/12) pagi. Para pedagang itu membiarkan lapak mereka teronggok di lokasi setelah digunakan untuk berjualan pada malam harinya.

Mereka berdalih alun-alun sedang diperbaiki sehingga tidak mengemasi lapak. Ada empat lapak PKL yang diangkut petugas dari kawasan Alun-Alun Kota Rembang. Dua lagi lapak PKL juga diangkut dari kawasan Jalan Wahidin dan depan Kantor Bupati. Sebagian pedagang sempat menuding aparat Satpol pilih-pilih dalam melakukan penertiban.

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban pada Satpol PP Rembang Edy Purdayanto mengklaim sudah menghubungi pihak paguyuban pedagang sebelum melakukan penertiban. Dia menampik jika dituding pilih-pilih. Sebab saudaranya yang berjualan di dekat SD Negeri 1 Kutoharjo juga ditertibkan. Soal komplain, dia menganggapnya sebagai hal biasa.

Lapak milik pedagang kaki lima yang diangkut kemudian ditaruh di bagian belakang Markas Satpol PP Rembang di bilangan Jalan Soetomo. Pedagang diperbolehkan mengambil lapaknya dengan syarat menandatangani pernyataan untuk tidak lagi melanggar.

Setelah razia yang berlangsung sejak sekitar jam delapan pagi berakhir sekitar jam sebelas siang, ada dua orang pedagang yang berniat mengambil lapak. Edy menegaskan, bagi mereka yang sudah kedapatan dua kali melanggar dan sekali lagi mengulang, pihaknya akan menahan lapak di Satpol selama dua bulan.

Edy juga mengklaim sudah memberikan toleransi kepada pedagang yang meninggalkan lapaknya. Paling tidak lapak dikemasi dan ditutup dengan terpal sehingga terkesan rapi dan bersih, tidak dibiarkan awut-awutan.

Aksi penertiban pedagang kaki lima sempat diwarnai kesalahpahaman antara aparat Satpol PP dengan sejumlah PKL di bilangan depan Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang. Pedagang mengira polisi pamong praja hendak menertibkan mereka, padahal tidak.

Para PKL itu sempat mengadu mengenai pembagian kapling PKL di kawasan depan Taman Kartini. Namun pihak Satpol PP menyatakan itu bukan kewenangannya. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan