Sampah Plastik Cemari Pantai Tanjungsari-Tunggulsari

Friday, 20 July 2012 | 04:11 WIB
Sampah plastik di Pantai Tasikharjo, Kecamatan Kaliori, Kamis (19/7). (Foto: Puji)

KALIORI – Ceceran sampah plastik yang sebagian di antaranya berasal dari sisa bongkaran muatan kapal-kapal penangkap ikan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung, dikeluhkan warga di daerah pesisir mulai Tanjungsari Kecamatan Rembang hingga Tunggulsari Kecamatan Kaliori karena mencemari pantai setempat.

Ketua Nelayan Rukun Mina Santoso Desa Tasikharjo, Sahri, Jumat (20/7), menyebutkan aksi membuang sampah plastik secara sembarangan ke laut seperti tak tercegah, meski pihaknya sudah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pemerintah kabupaten setempat.

“Lihat saja pantai sepanjang Tanjungsari hingga Tunggulsari. Nyaris tak ada yang luput dari sampah plastik. Ini jelas mencemari kawasan pantai termasuk Pantai Pasir Putih Tasikharjo,” terang dia.

Menurut dia, selain mencemari kawasan pantai, sampah-sampah plastik yang didominasi plastik warna hitam itu pun kerap membuat repot nelayan.

“Sampah-sampah plastik itu rawan nyangkut di baling-baling kemudi perahu sehingga mengakibatkan kerusakan dan menghambat laju perahu. Pun rawan membelit ke dalam alat tangkap rajungan,” paparnya.

Memang, katanya, tidak semua sampah plastik yang menjadi sumber pencemaran pantai itu berasal dari buangan sisa bongkaran muatan kapal penangkap ikan.

“Ada juga yang berasal dari kebiasaan buruk warga membuang sampah ke laut, namun di lihat dari jenis sampah plastiknya yang warna hitam, disinyalir banyak yang dari buangan kapal,” kata dia.

Sahri menambahkan, sampah-sampah plastik tersebut akan “datang” beramai-ramai ketika ombak pasang. “Banyak sampah yang terkirim dan menumpuk di bibir pantai ketika ombak pasang,” imbuhnya.

Ketua Pelestari Pesisir Desa Tasikharjo, Sutarji menambahkan, ceceran sampah plastik juga mengancam kelangsungan hidup mangrove di tepi pantai.

“Terutama bagi tanaman mangrove yang belum lama ditanam. Jika sampah plastik sudah menempel dan menutupi tanaman mangrove, hampir bisa dipastikan tanaman akan mati,” kata dia.

Disebutkan, ada tak kurang dari dua hektare tanaman mangrove jenis bakau si api-api yang mati, antara lain karena dampak sampah plastik tersebut. (Puji)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan