Salim Datang, Polda Didesak Lakukan Penahanan

Senin, 9 Desember 2013 | 16:42 WIB
Bupati Rembang Moch Salim (kompas.com)

Bupati Rembang Moch Salim (kompas.com)

REMBANG, MataAirRadio.net – Lembaga swadaya masyarakat antikorupsi di Kabupaten Rembang mendesak pihak Kepolisian Daerah Jawa Tengah agar melakukan penahanan terhadap Bupati Rembang Mochammad Salim jika yang bersangkutan datang memenuhi panggilan penyidik pada Selasa, 10 Desember ini.

Koordinator Lespem Rembang Bambang Wahyu Widodo menilai, tidak ada alasan bagi Polda untuk tidak menahan atau mengulur-ulur penahanan terhadap orang nomor satu di Rembang ini. Sudah tidak ada lagi ganjalan aturan untuk menahan tersangka korupsi penyertaan modal senilai Rp35 miliar ke PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ).

Menurutnya, sejak batas waktu pemberian jawaban atas permohonan penahanan terhadap Salim yang dikirim ke Presiden, berakhir 30 November lalu, maka Bupati sudah bisa ditahan. Wewenang penuh berada di tangan pihak Polda Jawa Tengah. Bambang menegaskan, penuntasan kasus ini penting bagi masyarakat agar diselimuti ketidakpastian.

Senin (9/12) pagi atau sehari menjelang jadwal pemanggilannya di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah, Bupati Mochammad Salim tampak masih “ngantor”. Dia bahkan menggelar rapat terbatas dengan sejumlah petinggi satuan kerja perangkat daerah, di antaranya dengan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Muntoha dan Kepala Bappeda Rembang Hari Susanto.

Sebelumnya, Kuasa Hukum Mochammad Salim, Edy Heryanto mengungkapkan kesiapan Salim untuk datang memenuhi panggilan penyidik Polda Jawa Tengah. Salim dipanggil sebagai saksi atas Waluyo, tersangka lain dalam dugaan korupsi penyertaan modal PT RBSJ.

Edy tidak menampik kemungkinan kliennya ditahan oleh pihak Polda Jawa Tengah saat pemanggilan itu. Namun dia mempertanyakan etika penahanan, karena Salim dipanggil hanya sebagai saksi.

Sementara itu, belakangan beredar spekulasi bahwa Waluyo yang merupakan paman dari Bupati Mochammad Salim, akan dijebloskan terlebih dahulu ke penjara. Setelah itu, Salim menyusul ditahan. Namun kubu Salim melalui kuasa hukumnya, membantah spekulasi itu.

Waluyo telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang merugikan negara lebih dari empat miliar rupiah. Penetapan status tersangka terhadap Waluyo baru mencuat di media pada belakangan ini. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan