Sakdiyah Menyusul Tewas

Sunday, 26 May 2013 | 14:56 WIB
Kecelakaan tunggal bus PO Cemerlang yang terjun ke jurang laut di tepi Jalur Pantura masuk wilayah Dusun Pendok Desa Manggar Kecamatan Sluke.

Kecelakaan tunggal bus PO Cemerlang yang terjun ke jurang laut di tepi Jalur Pantura wilayah Dusun Pendok Desa Manggar Kecamatan Sluke.

SARANG, MataAirRadio.net – Satu lagi korban luka akibat kecelakaan bus PO Cemerlang meninggal dunia pada Sabtu (25/5) sekitar pukul 19.00 WIB. Korban meninggal adalah Sakdiyah (45) warga RT 6 RW 1 Dusun Kesambi Desa Sendangmulyo Kecamatan Sarang.

Dengan berpulangnya Sakdiyah, maka jumlah korban tewas akibat kecelakaan bus yang terjun ke jurang pinggir Jalur Pantura Manggar Kecamatan Sluke menjadi delapan orang.

Kepala Dusun Kesambi Sumarno kepada reporter MataAir Radio menuturkan, Sakdiyah meninggal dunia setelah tujuh hari di rumah. Ibu tiga anak itu pulang dari rumah sakit pada hari Sabtu 18 Mei lalu.

Jenazah Sakdiyah dimakamkan pada Minggu (26/5) pagi di tempat pemakaman umum dusun setempat. Pihak pemerintah desa berharap adanya santunan dari Jasa Raharja sebagaimana korban lainnya yang meninggal dunia.

Sementara itu, Pejabat Humas Rumah Sakit Umum Daerah dr R Soetrasno Rembang Giri Saputro mengatakan, saat keluar dari rumah sakit, Sakdiyah sudah dalam kondisi baik. Giri juga mengatakan, kepulangan pasien dari rumah sakit sudah disepakati dokter.

Mengenai kemungkinan apakah pasien masih mendapatkan pertanggungan dari pihak Jasa Raharja ataukah tidak, ia tidak bisa berkomentar banyak.

Pihak rumah sakit akan mengecek nilai pertanggungan yang sudah dikeluarkan pihak Jasa Raharja terhadap Sakdiyah, sudah mencapai sepuluh juta rupiah ataukah belum.

Sebagaimana diberitakan, bus PO Cemerlang mengalami kecelakaan tunggal, terjun ke jurang tepi laut di pinggir Jalur Pantura Manggar Sluke pada Minggu petang 12 Mei lalu.

Tiga orang tewas seketika, tiga orang tewas di rumah sakit, satu orang meninggal dalam perawatan juga di rumah sakit, dan yang terakhir satu orang meninggal pada seminggu setelah pulang dari rumah sakit. Sampai dengan 26 Mei 2013, sopir bus, Ahmad Samadun masih berada di ruang tahanan Mapolres Rembang. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan