Saat Bersandar, Onderdil Mesin Tujuh Kapal Ini Dicolong

Jumat, 29 Juni 2012 | 10:28 WIB
Sebuah kapal mini purseseine saat membongkar ikan hasil tangkapan di TPI Tasikagung, Rembang. (Foto: Puji)

LASEM – Sejumlah onderdil mesin di tujuh kapal mini purseseine milik nelayan Desa Karanganyar, Kecamatan Kragan yang tengah bersandar di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bonang, Kecamatan Lasem, diketahui raib dicolong maling.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun suararembang, Jumat (29/6) petang, ketujuh kapal yang menjadi sasaran aksi pencurian tersebut masing-masing Kapal Motor (KM) Jangkung, Gondang Jati, Minda Sari, Mutiara Salju, Tambah Jaya, MS, dan Sekar Merah.

“Pencuri mengambil bagian mesin berupa ‘nozzle’ yang terbuat dari kuningan. Diduga aksi ini dilakukan oleh lebih dari satu orang,” terang Warsikam, pemilik KM Jangkung.

Konon, menurut Warsikam, “nozzle” tersebut bisa berharga tujuh hingga delapan juta rupiah. “Onderdil mesin diesel yang terbuat dari kuningan itu dipasaran bisa laku hingga delapan juta rupiah,” terang dia.

Warsikam berharap, ke depan, ada tambahan intensitas patroli di kawasan persandaran sehingga bisa membuat pelaku kejahatan bergidik saat hendak beraksi.

“Agar tidak terulang kejadian seperti ini, kami perintahkan anak buah kapal untuk berjaga secara bergantian baik pada siang maupun malam hari,” tegas dia.

Sementara itu, Kepala Desa Bonang Syaiful Sodiqin mengatakan, berdasarkan laporan dari nelayan lokal yang kerap bekerja sebagai pengantar jemput kapal yang bersandar di kawasan TPI, masih ada lagi kapal motor yang menjadi sasaran pencurian. “Namun belum jelas nama kapalnya,” katanya.

Syaiful menambahkan, perairan Bonang memang kerap digunakan sebagai tempat berlindung kapal-kapal mini purseseine ketika musim angin timuran menderu.

“Kalau timuran mencapai puncaknya, jumlah kapal yang bersandar bisa mencapai seratusan,” kata Syaiful.

Ia mengungkapkan, kasus pencurian onderdil mesin kapal ini bukan yang pertama. “Dulu juga pernah ada pencurian serupa. Lama tak terdengar, kini kok muncul lagi,” kata dia.

Namun, dari keterangan yang dihimpun, meski kerugian akibat pencurian onderdil mesin di tujuh kapal itu mencapai puluhan juta rupiah, kasus tersebut belum sampai di meja kepolisian setempat.

Kepala Satuan Polisi Air (Kasatpolair) Polres Rembang AKP Edy Suharsono kepada wartawan menyatakan belum ada nelayan yang melapor ke pihaknya terkait pencurian onderdil mesin kapal tersebut.

Menurut AKP Edy Suharsono, setiap hari selalu ditempatkan dua orang petugas untuk memantau kawasan Perairan Bonang. “Kalau memang menjadi korban pencurian, kenapa tidak segera lapor,” katanya mempertanyakan. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan