Rumah Sakit Rembang Konsolidasi Jelang Akreditasi Standar Baru

Saturday, 27 September 2014 | 15:31 WIB
Direktur RSUD dr R Soetrasno Rembang Agus Setiyo Hadi Purwanto saat memaparkan perkembangan rumah sakit yang dikelolanya, Jumat (27/9) malam, (Foto:Pujianto)

Direktur RSUD dr R Soetrasno Rembang Agus Setiyo Hadi Purwanto saat memaparkan perkembangan rumah sakit yang dikelolanya, Jumat (27/9) malam, (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah dr Soetrasno Rembang, Jumat (26/9) malam menggelar pertemuan konsolidasi bersama masyarakat dan pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan. Pertemuan ini dilakukan menjelang akreditasi atau penilaian standar baru pada 15 Oktober nanti.

Direktur RSUD dr Soetrasno Rembang Agus Setiyo Hadi Purwanto mengatakan, penilaian standar rumah sakit plat merah ini akan dilakukan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Akreditasi standar baru ini mengacu pada standar internasional yang diterapkan Joint Commission International (JSI).

Menurutnya, ada sekitar 1.000 item standar pelayanan dalam akreditasi rumah sakit versi tahun 2012. Karena penilaian yang ketat, sejauh ini baru 37 dari sekitar 2.000 rumah sakit di Indonesia, yang dinyatakan terakreditasi standar baru ini.

Di Jawa Tengah, menurut Agus, baru RSUP Karyadi, Rumah Sakit Tlogorejo, dan Rumah Sakit Elizabeth yang telah mengantongi akreditasi terbaru. Pihak rumah sakit daerah ini mengklaim telah bersiap dinilai. Sebagai salah satu buktinya, digelar konsolidasi malam itu.

Ketua Dewan Pengawas RSUD dr Soetrasno Rembang Hamzah Fatoni mengaku sudah menggelar pertemuan internal dengan Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, untuk menyambut penilaian atau akreditasi kali ini.

Menurutnya, Dewan Pengawas akan dinilai dari sisi pengawasan terhadap manajemen dan pelayanan rumah sakit. Hamzah mengaku berusaha menyusun instrumen penilaian dalam struktur yang lebih sederhana, berupa saran perbaikan rumah sakit.

Frida Iriyani, seorang sukarelawan kesehatan di rumah sakit umum daerah ini mengkritik pelayanan yang masih dianggap kurang. Menurutnya, meski angka tingkat kepuasan pelayanan diklaim mencapai 75 persen, namun pihak rumah sakit perlu memperbaiki pendampingan pasien.

Belum semua pasien merasa terlayani secara maksimal. Secara kelengkapan layanan pun masih butuh peningkatan. Sebut saja fasilitas kemoterapi dan jiwa, yang semestinya sudah dimiliki. Menurutnya, banyak pengidap kanker payudara dan gangguan jiwa yang selama ini dirawat di Semarang. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan