31 Rumah Warga Punjulharjo Rusak Dihajar Topan

Jumat, 19 April 2013 | 16:15 WIB
32 rumah warga di Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang rusak akibat terjangan angin kencang disertai hujan dan petir. (Foto:AFTA)

Warga Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang Memperbaiki Genting Rumah Rusak yang Rusak Akibat Terjangan Angin Kencang. (Foto:AFTA)

REMBANG, MataAirRadio.net – Sebanyak 31 rumah warga di Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang rusak akibat terjangan angin kencang disertai hujan dan petir pada Kamis (18/4) petang kemarin sekitar pukul 18.00 WIB. Warga menggelar kerja bakti untuk membenahi rumah mereka yang rata-rata mengalami kerusakan pada genting, Jumat (19/4) pagi.

Seorang warga RT 1 RW 2 Dusun Mbelah Desa Punjulharjo, Iksan kepada reporter MataAir Radio menuturkan, angin menderu dan tak lama kemudian mengocar-acir genting pada atap rumah warga. Bahkan, warung miliknya roboh akibat terjangan angin yang berlangsung cepat itu.

Iksan menyebutkan, warga yang rumahnya hanya rusak pada genting, memang langsung melakukan perbaikan dengan dibantu warga lain yang rumahnya selamat dari bencana itu. Namun, rumah warga yang rusak cukup parah masih berharap adanya bantuan dari pihak terkait.

Warsu, warga lainnya yang rumahnya mengalami kerusakan serupa menambahkan, bencana angin kencang memang menghantui warga di desa pesisir Pantai Karangjahe itu.

Apalagi, cemara laut yang diharapkan warga bisa menghindarkan permukiman dari angin kencang, belum bisa dioptimalkan karena umur tanaman itu masih cukup muda sehingga ketinggiannya belum seberapa.

Menurut Warsu, banyak dari korban bencana angin kencang yang merupakan warga kurang mampu, sehingga berharap adanya bantuan dari Pemerintah dalam waktu dekat.

Sementara itu Kepala Desa Punjulharjo Nursalim menyatakan, pihaknya sudah membuat laporan ke Pemerintah Kecamatan Kota Rembang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Pihaknya menyebutkan, 31 rumah warga yang rusak akibat terjangan angin kencang tersebar masing-masing empat rumah di RT 1 RW 2, 14 rumah di RT 1 RW 3, 11 rumah di RT 2 RW 2, dan dua rumah di kawasan RT 2 RW 3.

Ia menaksir, jumlah total kerugian yang dialami warganya akibat bencana tersebut mencapai lebih dari Rp40 juta.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Rembang Suharso menyatakan sudah menyurvei lokasi bencana sebagai bahan untuk memberikan penanganan termasuk bantuan.

Pihaknya pun kembali mengingatkan warga di kabupaten ini agar siaga bencana, sebab Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Jawa Tengah memprakirakan, cuaca ekstrem akan melanda Rembang sepanjang April ini. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan