Satu Rumah Sebelah Timur Pondok Leteh Ludes Terbakar

Selasa, 23 September 2014 | 17:20 WIB
Tim pemadam dibantu warga sedang berusaha memadamkan api yang melalap rumah milik warga RT 2 RW 1 Kelurahan Leteh Kecamatan Rembang  pada Selasa (23/9) jam tiga siang. (Foto:Rif)

Tim pemadam dibantu warga sedang berusaha memadamkan api yang melalap rumah milik warga RT 2 RW 1 Kelurahan Leteh Kecamatan Rembang pada Selasa (23/9) jam tiga siang. (Foto:Rif)

REMBANG, MataAirRadio.net – Satu unit rumah milik warga RT 2 RW 1 Kelurahan Leteh Kecamatan Rembang ludes terbakar pada Selasa (23/9) jam tiga siang. Kebakaran ini sempat menghebohkan ratusan santri, karena rumah yang terbakar berada persis di timur Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin.

Saat kejadian, pemilik rumah, Suharno sedang bekerja sebagai tukang di tetangganya. Di rumah itu, dua cucu dan menantu Suharno sedang istirahat siang, sedangkan istrinya sedang bersih-bersih di halaman. Salah satu cucu Suharno terbangun ketika asap mulai memenuhi ruangan dan api berkobar.

Suharno mengaku segera pulang begitu cucunya memanggil dan berteriak kebakaran. Cucunya masih kecil, seumuran TK. Hanya satu unit sepeda motor yang bisa diselamatkan karena ada di bagian depan, sedangkan barang dan surat berharga lainnya ludes total.

Bambang, adik Suharno yang tinggal di sekitar bekas Stasiun Rembang mengaku segera berlari begitu melihat kepulan asap dari arah sekitar pesantren. Ia sempat mengira pondok yang terbakar. Namun ternyata, rumah yang dihuni kakaknya yang terbakar.

Menurut Bambang, rumah yang dihuni kakaknya dan terbakar itu adalah milik almarhum Sastro Prawiro. Anak almarhum di Jakarta sehingga rumah kayu berukuran sekitar 10×8 ini dipasrahkan Suharno untuk ditempati dan dirawat.

Bambang yakin kebakaran bukan akibat karena aktivitas memasak di dapur, meski api ditengarai berasal dari bagian belakang rumah. Dia menduga terjadi korsleting, sehingga percikan api membakar kayu rumah yang sudah tua.

Sebelum dipadamkan, api sempat merembet ke bangunan pondok. Sebagian santri segera mengeluarkan barang-barang mereka dari kamar. Sementara santri yang lain, segera melokalisir api. Meski demikian, genting dan atap di lima kamar rusak akibat terdampak kebakaran.

Regu pemadam kebakaran harus mengerahkan satu unit armada pemadam dan tiga tangki air untuk mematikan api. Soal penyebab pasti kebakaran, masih ditangani polisi, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan