Rokok Bodong Marak Dijual di Pasar Tradisional

Rabu, 3 September 2014 | 15:10 WIB

 

Pasar Desa Sluke (Foto:Rif)

Pasar Desa Sluke (Foto:Rif)

SLUKE, MataAirRadio.net – Peredaran rokok tak bercukai atau bercukai tetapi aspal alias asli tetapi palsu masih marak di Kabupaten Rembang. Tim dari Satpol PP Rembang, kemarin (3/9) menemukan sedikitnya sembilan merek rokok yang ditengarai berpita cukai palsu di dua pasar tradisional di Pasar Sluke dan Pandangan.

Rembang merupakan pasar potensial untuk peredaran rokok bodong alias rokok yang diproduksi secara ilegal. Meski operasi oleh Satpol PP dilakukan di berbagai kecamatan, namun nyatanya peredaran rokok bodong ini masih marak.

Kepala Seksi Penegak Perda Satpol PP Rembang Sudarno mengungkapkan, walaupun sudah diberantas, pengedar dan penjual, tetap saja kucing-kucingan dengan petugas. Modusnya, mereka tak lagi menampangkan rokok ilegal dalam jumlah banyak. Hanya satu atau dua bungkus yang dipajang sebagai sampel.

Rokok ilegal itu ditengarai masih laris manis, utamanya yang berada di perdesaan. Harganya miring, antara Rp2.000 hingga Rp4.000 per pak. Warga yang biasa menjadi pekerja keras di desa biasanya lebih menyukai rokok dengan harga murah dibandingkan dengan harga mahal.

Menurut Sudarno, para pedagang yang menjual rokok bodong ini hanya dititipi saja. Karena itu, dalam operasi hanya dilakukan penyitaan rokok, namun si pedagang, cukup diberikan pembinaan. Beberapa rokok tak bercukai yang ditemukan di antaranya merek Tajimas dan Talijagat.

Sementara rokok yang bercukai palsu di antaranya Tobacco dan RD. Sudarno menambahkan, umumnya pedagang menyatakan tidak akan lagi menjual rokok bercukai palsu atau tak bercukai. Namun mereka kembali menjual rokok ilegal, setelah jeda operasi. Pihak Bea Cukai, menurut Sudarno, mengincar pabrikan rokok tak bercukai, namun sejauh ini pihaknya belum menemukan pabrik di Rembang.

Operasi cukai rokok ilegal digalakkan aparat berdasarkan atas Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai serta Peraturan Gubernur tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai, Hasil Tembakau di Jawa Tengah. Tahun ini, Pemkab Rembang mendapat jatah pengembalian cukai sebesar Rp6,22 miliar. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan