Rencana Pemerintah Impor Ketela Meresahkan Petani

Senin, 7 Januari 2013 | 18:21 WIB

REMBANG – MataAirRadio.net, Sebagian petani ketela di Kabupaten Rembang menyatakan resah dengan rencana kebijakan Pemerintah mengimpor singkong dalam jumlah besar.

Mereka mengaku khawatir harga jual ketela di tingkat petani akan turun seiring membanjirnya ketela impor di industri dan pasar. Padahal, petani kini tengah menikmati harga ketela yang relatif berpihak kepada mereka.

Seorang petani ketela berasal dari Desa Tanjung, Kecamatan Sulang, Mahmudi, kepada reporter MataAir Radio, Senin (7/1) siang berpendapat, kebijakan impor yang dilakukan pemerintah, akan membuat petani menderita.

Biaya produksi, menurut Mahmudi, akan naik sementara harga jual ketela lokal jenis markonah dan daplang dipastikan akan menurun.

Terkait keresahan petani ketela di sejumlah wilayah di Kabupaten Rembang, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang, Suratmin, mengimbau petani untuk mengoptimalkan produksinya sehingga hasil panenan dapat meningkat sehingga petani masih mendapat keuntungan.

Pihaknya berjanji akan mengusulkan kepada Dinas Pertanian Provinsi agar kebijakan pemerintah terkait rencana impor ketela dalam jumlah besar dapat ditinjau kembali.

Saat ini, harga ketela di tingkat petani mencapai Rp800 hingga Rp1.200 per kilogram. Ketela hasil panenan di Kabupaten Rembang kebanyakan diserap oleh perusahaan pengolah tepung tapioka dan etanol yang ada di kabupaten Pati. (Muhtarom)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan