Polisi Rembang Ringkus Komplotan Pemalsu BPKB Bersenpi

Senin, 1 September 2014 | 13:10 WIB

Wakapolres Rembang Kompol Wahyu Purwidiarso. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Aparat Kepolisian Resor Rembang meringkus dua orang komplotan pemalsu BPKB truk, mobil, dan sepeda motor. Kedua pelaku ditangkap dari rumah masing-masing pada Jumat 29 Agustus kemarin.

Mereka yang ditangkap ini adalah Yoga Haryanto alias Badek (26), warga Pelemgede Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati dan Abu Dhorin (29), warga Dresi Kulon Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang. Yoga dan Abu merupakan penyedia BPKB palsu yang digadaikan ke koperasi oleh pelaku lain yang telah ditangkap sebelumnya.

Wakapolres Rembang Kompol Wahyu Purwidiarso mengungkapkan, dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengamankan satu pucuk senpi atau senjata api rakitan berikut tiga butir peluru dari tersangka Yoga. Namun motif kepemilikan senpi oleh pelaku, masih diselidiki. Polisi telah mengamankan satu unit truk mitsubishi, mobil honda brio, dan sepeda motor suzuki thunder, yang BPKB-nya dipalsukan pelaku.

Yoga dan Abu merupakan komplotan dari Jaelani, warga Bodeh Pucakwangi. Namun Jaelani yang menggadaikan BPKB palsu ke KSP Lohjinawe Rembang, sudah ditangkap sebelumnya dan kini sedang diadili di Pengadilan Negeri Rembang. Polisi kini masih memburu Siswoko, pelaku lain yang berperan sama seperti Jaelani.

Wakapolres juga mengungkapkan, senjata api yang dimiliki Yoga ditemukan di rumah pelaku yang bersangkutan. Senjata api rakitan ditemukan di kantung plastik dan disimpan Yoga di kandang sapi. Orang tua pelaku sendiri yang menunjukkan tempat penyimpanan senjata ilegal itu.

Kompol Wahyu yang didampingi Kasatreskrim AKP Joko Santoso menjelaskan, modus yang dipakai para pelaku adalah meminjam kendaraan untuk cek fisik, namun BPKB yang dipalsukan diagunkan sebagai jaminan di koperasi. Pemilik mobil tidak tahu, BPKB kendaraan dipalsukan. Menurut polisi, pemilik mobil sebagai korban dan bisa mengambil kendaraannya begitu kasus ini selesai disidangkan.

Polisi akan menjerat kedua pelaku dengan Pasal 264 KUHP tentang Pemalsuan Dokumen yang ancaman hukumannya delapan tahun dan Pasal 378 KUHP tentang Perbuatan Curang yang ancaman hukumannya empat tahun penjara. Untuk kepentingan penyidikan, pelaku masih ditahan di Mapolres Rembang hingga Senin (1/9) siang. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan