Rembang Miliki Satu Lagi SPDN Pada 2012

Friday, 6 January 2012 | 03:03 WIB
KOTA – Kabupaten Rembang akan memiliki satu lagi Solar Packed Dealer untuk Nelayan (SPDN) pada 2012 dan akan ditempatkan di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung.

“Pada 2012, jumlah SPDN di Kabupaten Rembang akan bertambah satu sehingga menjadi empat. Solar Packed Dealer untuk Nelayan (SPDN) ini akan ditempatkan di kawasan PPP Tasikagung, Kecamatan Kota Rembang,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang Suparman di Rembang, Jumat (6/1).

Menurut dia, sejauh ini kebutuhan solar nelayan belum bisa dipenuhi secara optimal karena keterbatasan jumlah SPDN di daerah itu. “Di kabupaten ini, SPDN hanya ada masing-masing satu di Kecamatan Kota Rembang, Kragan, dan Sarang,” kata dia.

Ia menyebutkan dengan alat tangkap yang terdiri atas mini purseseine 569 unit, dogol 1.664 unit, cantrang 107 unit, gill net 4.097 unit, tramel net 2.546 unit, dan alat tangkap lain sejumlah 2.015 unit serta jumlah armada penangkapan ikan yang sebanyak 3.242 buah, maka idealnya perlu sepuluh lagi SPDN di kabupaten ini.

“Atas pertimbangan itu, kami mengusulkan tambahan sebanyak sepuluh unit SPDN pada tahun ini kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan,” kata dia.

Selama ini, kata dia, kebutuhan solar nelayan tidak bisa dipenuhi dari SPDN saja sehingga nelayan juga mendapatkannya dari berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Pemerintah masih melakukan pengetatan kuota solar bersubsidi untuk masing-masing SPDN. Hanya, kendati nelayan bisa mendapatkan solar bersubsidi dari SPBU, mereka tetap harus memiliki rekomendasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan,” kata dia.

Pihaknya pun berharap ada pihak swasta yang tertarik berinvestasi dengan membangun solar packed dealer untuk nelayan, sebab usulan penambahan sepuluh SPDN yang diajukan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan, dimungkinkan dikabulkan bertahap.

Petugas Pemasaran pada SPDN KUD Saroyo Mino Rembang, Suntoro mengatakan, jatah solar untuk SPDN yang dikelolanya hanya 224.000 liter per bulan. “Angka yang sangat kecil dibandingkan kebutuhan nelayan,” kata dia.

Sebab, kata dia, kebutuhan bahan bakar solar untuk satu buah kapal dengan berat 40 gross ton, setidaknya 8.000 liter.

“Dengan kuota 224.000 liter per bulan, maka jumlah kapal yang bisa terlayani hanya 28 kapal. Padahal, kapal dengan berat 40 GT, di Kota Rembang saja, jumlahnya mencapai 200 kapal.Belum kapal dengan berat 8 GT,” kata dia.

Ia menyebutkan, jumlah kapal kecil atau memiliki berat 8 GT mencapai 4.000 kapal yang membutuhkan solar rata-rata 1.500 liter per bulan tiap kapal.

“Kalau mengandalkan persediaan di SPDN, jelas sangat tidak cukup, kecuali kalau jumlahnya ditambah. Dengan keadaan seperti sekarang saja, setiap kali pengiriman 16.000 liter, baru setengah hari solar sudah habis diserbu nelayan,” kata dia. (Puji)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan