Rembang Dibantu Ratusan Juta Serap Air Hujan

Selasa, 21 Februari 2012 | 06:30 WIB


REMBANG – Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Rembang menerima bantuan Rp820 juta dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menyerap air hujan agar tidak terbuang percuma antara lain dengan pembuatan sumur resapan.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang, Purwadi Samsi, Selasa (21/2) mengatakan, dengan penyerapan air hujan tersebut, kemungkinan tanaman di sekitarnya masih akan tetap rindang di musim kemarau.

“Air hujan pada kapasitas normal perlu di tampung dengan membuat peresapan agar tidak mudah hilang. Dengan penyerapan itu, air bisa digunakan untuk tumbuh kembang tanaman di sekitarnya pada musim kemarau,” kata Purwadi menjelaskan.

Menurut dia, Kabupaten Rembang cenderung mudah kesulitan air pada musim kemarau sehingga pembuatan sejumlah peresapan baik berupa sumur maupun tangkapan air lainnya seperti embung, diperlukan.

“Melalui APBD Perubahan Provinsi, kami dialokasi anggaran sebesar Rp820 juta dan telah kami gunakan untuk 14 kegiatan, 12 di antaranya untuk pembuatan sumur resapan, sedangkan dua lainnya untuk pembuatan plengsengan tangkapan air,” kata dia.

Purwadi menyebutkan, sumur resapan itu dibuat di Desa Jatimudo, Kerep, dan Korowelang Kecamatan Sulang, kemudian Desa Demaan Kecamatan Gunem, Desa Kadiwono Kecamatan Bulu, serta Desa Sumberejo, Mondoteko, Ngadem, Weton, Ngotet, Kumendung, dan Tasikagung Kecamatan Kota Rembang.

“Sementara, dua desa yang disasar pembuatan plengsengan tangkapan air yakni Desa Kaliombo dan Bogorame, Kecamatan Sulang,” kata dia.

Ia menambahkan, pengendalian air hujan juga dimaksudkan agar debit sungai tidak cepat penuh karena air cucuran langsung mengalir ke daerah hulu. “Keberadaan sumur resapan itu tentu selain untuk mengantisipasi air hujan yang terbuang percuma, juga untuk menunda banjir meski berskala kecil,” kata dia. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan