Rembang Optimistis Rengkuh Adipura Keempat

Selasa, 5 Maret 2013 | 16:38 WIB
Tugu Adipura, kebanggaan Pemerintah Kabupaten Rembang.

Tugu Adipura, kebanggaan Pemerintah Kabupaten Rembang.

REMBANG, MataAirRadio.net – Pemerintah Kabupaten Rembang menyatakan siap menyongsong penilaian tahap kedua Adipura yang akan digelar pada 13-20 Maret mendatang.

Sejauh ini semua persiapan untuk meraih Adipura keempat terus digenjot, termasuk menggelar koordinasi dengan instansi terkait dan sosialisasi kepada masyarakat.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang Purwadi Samsi, kepada reporter MataAir Radio, Selasa (5/3) siang mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU), sekolah-sekolah, dan instansi terkait lainnya.

Purwadi menyebutkan, pada penilaian tahap pertama lalu, Rembang berhasil memperoleh nilai 74,48 sekaligus menempatkannya di urutan kota kecil kelima di Jawa Tengah.

Ia menyebut pencapaian tersebut menjadi kabar menggembirakan. Sebab untuk mendapat penghargaan Adipura, nilai minimal yang harus didapat adalah 74. Pihaknya pun meminta masyarakat maupun instansi pemerintah untuk menggalakkan aksi kebersihan lingkungan.

Purwadi Samsi menambahkan, tahapan penilaian Adipura biasanya dilakukan dua atau tiga kali. Menurutnya tahapan verifikasi akhir akan dilakukan pada akhir Mei mendatang.

Sejauh ini pihaknya tidak menargetkan harus mendapat nilai berapa pada penilaian tahap kedua nanti. Namun ia menegaskan minimal harus mampu mendapat nilai 74, sebab angka tersebut adalah angka minimal untuk meraih Adipura.

Seperti diketahui, dalam kurun 15 tahun terakhir, Pemkab Rembang tiga kali memboyong Adipura, masing-masing pada 1998, 2010, dan 2012. Pada tahun 2013 ini, Pemkab Rembang menargetkan bisa kembali memboyongnya. (Afta Ahmad)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan