Razia Makanan-Minuman Kedaluwarsa Dintensifkan Jelang Lebaran

Jumat, 3 Agustus 2012 | 03:11 WIB
Razia makanan dan minuman kedaluwarsa. (Foto: banyuwangi.asia.com)

REMBANG – Tim Pengawasan Produk Pangan Kabupaten Rembang berjanji akan menggelar paling sedikit delapan kali razia terhadap makanan dan minuman kedaluwarsa, dari menjelang hingga sepekan setelah Lebaran 1433 Hijriyah.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Farmasi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Kurniati, Jumat (3/8), mengatakan, sampai dengan hari ini, pihaknya baru menggelar dua kali razia.

“Dari dua kali razia tersebut, kami masih menemukan beberapa toko nekat menjual makanan dan minuman yang masa edarnya sudah mendekati bahkan sudah kedaluwarsa,” ungkapnya.

Namun, Kurniati enggan membeber minuman dan makanan jenis apa yang paling banyak ditemukan kedaluwarsa tersebut. Pihaknya hanya menyebut bahwa pihaknya sudah melakukan razia di empat kecamatan yakni Sumber, Kaliori, Kragan, dan Sarang.

Tim pengawasan yang melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Dinperindagkop) dan UMKM, Tim Penyidik PNS, Satpol PP, Badan Ketahanan Pangan dan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP dan 4K), serta Polres Rembang itu, katanya, akan bekerja maksimal.

“Makanan dan minuman yang ditemukan sudah kedaluwarsa langsung kami amankan. Hanya, pedagang diberikan waktu paling lama satu bulan untuk mengambil makanan dan minuman yang telah disita,” katanya.

Namun syaratnya, kata Kurniati, pedagang yang bersangkutan harus menjamin barang-barang itu akan dikembalikan ke distributor alias di-retur. “Kalau sampai satu bulan tidak diambil, maka makanan dan minuman kedaluwarsa yang telah diamankan akan kami musnahkan,” tegasnya.

Pihaknya berharap, para pemilik toko agar lebih teliti untuk mengecek masa kedaluwarsa setiap makanan maupun minuman yang dijual. “Jangan nekat menjual makanan ataupun minuman kedaluwarsa,” pintanya menegaskan. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan