Ruas Tlogomojo Makin Rawan Kecelakaan, Warga Usulkan Rambu

Sabtu, 21 September 2013 | 14:39 WIB
Aepeda motor Yamaha Vixion bernomor polisi H 2745 BZ yang dikendarai Arifin. (Foto:Nug)

Sepeda motor Yamaha Vixion bernomor polisi H 2745 BZ yang dikendarai Arifin. (Foto:Nug)

REMBANG, MataAirRadio.net – Jalur Celangapan-Pamotan di wilayah Desa Tlogomojo Kecamatan Rembang, kembali menelan korban kecelakaan pada Sabtu (21/9) sekitar jam setengah tujuh pagi. Seorang pengendara sepeda motor warga RT 2 RW 5 Desa Sidomulyo Kecamatan Sedan terlibat tabrakan dengan pengendara lainya yang hendak menyeberang jalan.

Awalnya, warga Sidomulyo bernama Arifin (26) melaju dengan kecepatan cukup tinggi dari arah timur menuju barat. Di depannya, berhenti armada angkutan perkotaan di sebelah kiri. Arifin yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion bernomor polisi H 2745 BZ bermaksud mendahului angkot tersebut.

Namun nahas, di depan angkot itu, seorang warga Tlogomojo bernama Sutrah yang mengendarai sepeda motor Honda Supra X bernomor polisi K 5771 PD tengah menyeberang jalan dari arah selatan menuju utara. Nugroho, warga di lokasi kejadian mengatakan, meski sempat menghindar, sepeda motor Arifin masih menabrak bodi belakang sepeda motor Sutrah. Arifin terjatuh dan terpelanting, sehingga kepalanya menghantam pagar tembok warga. Korban pun dilarikan ke rumah sakit dengan menumpang angkot tersebut.

Warga mengakui, ruas Celangapan-Pamotan di wilayah Desa Tlogomojo rawan kecelakaan. Apalagi, terdapat satu titik penyempitan jalan di kawasan perempatan desa tersebut.

Sebelumnya pun atau pada Senin (16/9) petang kemarin, seorang perempuan berumur 40 tahun warga Desa Ketanggi Kecamatan Rembang meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan di ruas tersebut.

Mewakili warga, Nugroho berharap, pemerintah menambahkan rambu rawan kecelakaan menjelang masuk ruas jalan wilayah Tlogomojo. Rambu berupa lampu pelikan sudah terpasang di kawasan perempatan, namun warga menganggap itu belum cukup.

Kanitlaka Satlantas Polres Rembang Iptu Muhammad Ismail mengatakan, korban yang mengalami cedera di bagian kepala masih menjalani perawatan di RSUD dr R Soetrasno Rembang. Mengenai usulan warga agar ada penambahan rambu rawan kecelakaan, Satlantas mengaku akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Perhubungan setempat. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan