Ratusan Jaring Bubu Nelayan Rusak Diterjang Ombak

Rabu, 8 Februari 2012 | 09:23 WIB


KOTA – Ratusan jaring bubu milik nelayan di Kabupaten Rembang dilaporkan rusak parah akibat diterjang ombak besar yang melanda perairan timur Pulau Jawa belakangan ini.

Kepala Desa Sukoharjo, Kecamatan Kota Rembang, Lilik Hariyanto, Rabu (8/2) mengatakan, puluhan jaring bubu milik nelayan di desanya rusak dan mengakibatkan mereka terancam tak berpenghasilan.

“Banyak nelayan yang mengabarkan kepada kami tentang kerusakan jaring bubu dan rawai akibat diterjang ombak besar akhir-akhir ini. Mereka kini mulai beralih ke alat tangkap lain, namun yang tidak memilikinya terpaksa menganggur,” kata dia.

Menurut dia, sebagian nelayan memang tidak hanya memiliki satu alat tangkap. “Ada nelayan yang memiliki hingga lima alat tangkap selain bubu, antara lain rawai,” kata dia.

Berdasarkan pantauan, selain Desa Sukoharjo, kerusakan alat tangkap rajungan dan udang itu juga dilaporkan terjadi di Desa Kabongan Lor dan Pandean. Sebagian nelayan bubu, kini mulai beralih menangkap ikan-ikan seperti mremang dan kakap laut dangkal dengan rawai.

Meski cuaca laut mulai bersahabat dengan nelayan, tidak lantas membuat aktivitas menangkap ikan berhasil. “Ombak memang mulai teduh, namun ikan jenis kembung menjadi sulit ditangkap karena bertepatan dengan terang bulan. Mungkin pekan depan, tangkapan akan mulai banyak,” kata Mizan, seorang nelayan di Kelurahan Pacar.

Kepala BPBD Kabupaten Rembang, Suharso menyebutkan, ombak besar setinggi 4,5 meter akibat angin muson barat diperkirakan tidak lagi terjadi setidaknya hingga pekan depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jateng, kata dia, memprakirakan sepekan ini ombak di perairan timur Laut Jawa teduh. “Ombak diprakirakan hanya setinggi 1,5 meter dan relatif aman untuk melaut,” kata dia.

Meski aman, kata dia, nelayan tetap diminta waspadai, karena cuaca bisa berubah secara ekstrem sewaktu-waktu. “Ombak setinggi 1,5 meter diprakirakan akan berlangsung hingga setidaknya pekan depan,” kata dia. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan