Dua Raperda Menyusul Gagal Dibahas DPRD Rembang

Kamis, 12 Desember 2013 | 15:17 WIB
Situs perahu kuno yang umurnya lebih tua dari Candi Borobudur.(Foto:Puji)

Situs perahu kuno yang umurnya lebih tua dari Candi Borobudur.(Foto:Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net – Dua rancangan peraturan daerah (Raperda) menyusul gagal dibahas oleh DPRD Kabupaten Rembang pada tahun ini. DPRD beralasan, waktu yang tersisa tidak cukup untuk mematangkan pembahasan.

Dua raperda yang gagal dibahas di tahun ini adalah Raperda tentang Benda Cagar Budaya dan Raperda inisiatif DPRD tentang Pelayanan Publik. Sebelumnya, Raperda tentang Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten (RDTRK) Rembang juga gagal dibahas karena ketidaksiapan naskah akademik dan kajian lingkungan hidup strategis atau KLHS.

Ketua Badan Legislasi DPRD Kabupaten Rembang Puji Santoso membenarkan kegagalan pembahasan dua raperda tersebut pada tahun ini. Dia pun membenarkan, waktu yang tersisa tidak cukup untuk melakukan pembahasan secara matang. Karena gagal dibahas tahun ini, ketiga raperda tersebut akan kembali masuk program legislasi daerah di tahun depan.

Khusus untuk Raperda inisiatif tentang Pelayanan Publik, serangkaian proses sebenarnya sudah dilakukan mulai dari studi banding ke Surakarta, menggandeng pihak perguruan tinggi di Solo, dan konsultasi publik. Namun alokasi waktu pembahasan yang di penghujung tahun diperkirakan tidak cukup dan mengancam kualitas pembahasan.

Idealnya, menurut Puji Santoso, raperda dibahas pada sekitar bulan Mei atau Juni. Jika DPRD memaksakan membahas di penghujung tahun, maka hanya bisa dilakukan setelah paripurna penetapan APBD 2014 yang direncanakan berlangsung pada 19 Desember nanti.

Sementara rapat paripurna pembahasan baru bisa diagendakan pada 23 Desember, sehingga hanya tersisa waktu tujuh hari untuk membahas. Daripada mengganggu kualitas, maka DPRD memilih baru akan membahasnya pada tahun depan.

Gagal dibahasnya Raperda tentang Benda Cagar Budaya ini sudah untuk yang kali kedua. Pada 2012 lalu, raperda tersebut juga gagal ditetapkan menjadi perda karena belum dilengkapi dengan naskah akademik atau NA. Kinerja DPRD pun menjadi dipertanyakan.

Namun pihak Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Rembang, nampaknya tidak menyesalkan kegagalan ini. Kepala Bidang Kebudayaan Karsono hanya berharap, masih ada celah optimalisasi pembahasan raperda tersebut pada tahun ini. Jika pun benar-benar gagal, pihaknya juga hanya bisa berharap tidak akan terulang lagi kegagalan serupa di tahun depan. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan