Puskesmas di Rembang Panen Pasien ISPA

Selasa, 23 September 2014 | 17:00 WIB
Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang. (Foto:Rif)

Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang. (Foto:Rif)

REMBANG, MataAirRadio.net – Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang mencatat peningkatan jumlah pasien pengidap infeksi saluran pernafasan akut atau ISPA di hampir semua pusat kesehatan masyarakat atau puskesmas. Peningkatan jumlah pasien ISPA ini terjadi seiring kemarau yang mencapai puncaknya.

Kepala Dinas Kesehatan Rembang Ali Syofii menjelaskan, cuaca panas disertai angin berdebu dengan intensitas tinggi memicu gangguan saluran pernafasan dan mengakibatkan infeksi. Gejala klinis ISPA bisa ditengarai dari nafas cepat, kadang nafas tak teratur, gelisah, sakit kepala, dan berkeringat banyak.

Termasuk dalam ISPA adalah batuk dan pilek. Ali tak menyebutkan seberapa besar peningkatannya. Namun menurutnya, ISPA menduduki peringkat paling tinggi penyakit yang ditangani di setiap puskesmas. Debu yang berterbangan di beberapa daerah di dekat jalan rusak juga disebut memicu ISPA.

Ali mengatakan, kewaspadaan serta peningkatan kebersihan diri dan lingkungan diperlukan untuk menekan kemungkinan infeksi saluran pernafasan. Dia menyarankan agar mengenakan masker atau sapu tangan ketika hendak melintasi jalanan berdebu.

Menurutnya, beberapa daerah di Rembang belum terbiasa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Semestinya, perilaku hidup bersih dan sehat tak hanya diterapkan saat kemarau seperti sekarang, tetapi kapan saja.

Dalam hal ISPA, menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi pun diperlukan. Khusus bagi anak-anak, orang tua bisa menjauhkannya dari penderita ISPA, seperti menghindarkannya dari bersin penderita infeksi saluran pernafasan.

Nurhadi, seorang warga Desa Narukan Kecamatan Kragan mengakui terjadinya peningkatan penderita infeksi saluran pernafasan di daerahnya. Dia juga menyebut, debu yang berterbangan menjadi biang melonjaknya penderita ISPA.

Tetapi diakuinya, tidak ada warga yang sampai harus dirawat intensif gara-gara ISPA. Dia juga mengatakan, tidak banyak warga yang mengenakan masker dalam kesehariannya. Namun mereka baru biasa memakai masker, saat sedang akan melakukan perjalanan. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan