Puluhan Ayam Kampung di Ketanggi Mati Mendadak

Jumat, 12 Oktober 2012 | 08:47 WIB

KOTA, mataairradio.net – Puluhan ekor ayam kampung milik beberapa warga Desa Ketanggi, Kecamatan Rembang, dilaporkan mati mendadak dalam tiga hari terakhir ini.

Namun, dari informasi yang dihimpun mataairradio.net dari warga setempat, Jumat (12/10), pihak Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang belum turun tangan melakukan identifikasi penyebab matinya ayam-ayam itu.

Seorang pemelihara ayam kampung yang merupakan warga RT 8 RW 2 Desa Ketanggi, Sardi mengatakan, ia tak mengetahui secara pasti penyebab belasan ayam kampung piaraannya, mati mendadak.

“Ayam-ayam saya itu pagi hari masih sehat, namun entah kenapa pada sore harinya tiba-tiba mati. Dalam tiga hari ini, sudah belasan ayam milik saya yang mati,” kata Sardi.

Tak hanya ayam milik Sardi yang diketahui mati mendadak. Santoso, warga lain di rukun tetangga (RT) yang sama, mengaku jumlah ayamnya yang mati sudah tak kurang 20 ekor.

“Yang mati ada yang masih ‘kuthuk’ (kecil, red.), tetapi ada juga yang sudah dewasa. Jumlahnya sekitar 20 ekor. Tetangga sebelah, Maroh, malah lebih banyak (ayam mati, red.) hingga 22 ekor,” kata Santoso.

Santoso menuturkan, dirinya tak menemukan tanda-tanda mencolok pada ayam-ayamnya yang telah mati itu. “Jika biasanya (ayam mati mendadak) didahului dengan bengkak pada bagian kepala dan perubahan jengger dari merah menjadi kebiru-biruan, tetapi kali ini tidak,” kata dia.

Ia menduga, penyakit yang menyerang ayam-ayam kampung milik warga itu tergolong ganas. “Karena itu, kami berharap ada upaya cepat dari dinas setempat,” pungkasnya. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan