Pugar Dicairkan Mepet, Petani Khawatir

Minggu, 2 Juni 2013 | 17:50 WIB
Pugar Dicairkan Mepet, Petani Khawatir

Pugar Dicairkan Mepet, Petani Khawatir

KALIORI, MataAirRadio.net – Dana program pemberdayaan usaha garam rakyat atau Pugar 2013 di Kabupaten Rembang akan dicairkan mepet dengan masa produksi garam. Hal ini untuk menghindari penyimpangan penggunaan dana program tersebut oleh petani.

Namun jika melihat kenyataan bahwa mulai banyak petani yang menyiapkan lahan atau meja garam, maka pencairan dana Pugar diprediksi segera dilakukan.

Kepala Bidang Pengawasan dan Perlindungan Sumber Daya Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang Pamuji, Minggu (2/6) pagi mengaku baru saja merampungkan pendaftaran dan seleksi daftar kelompok penerima dana Pugar tahun ini.

Menurutnya, dana Pugar 2013 akan diberikan kepada 63 kelompok baru. Sementara untuk kelompok lama yang 358 kelompok, hanya 179 kelompok yang akan dialokasi. Namun 179 kelompok itu merupakan hasil penggabungan dua kelompok menjadi satu kelompok.

Pamuji juga mengatakan, dana Pugar tahun ini akan digunakan untuk menggenjot produksi garam kualitas industri. Guna mewujudkannya, petani akan diwajibkan menerapkan sistem ulir.

Sistem ulir merupakan teknik membuat garam dengan cara mengkristalkan bahan baku garam di hamparan meja garam yang luas dan didukung oleh bak penampungan yang besar agar dihasilkan butiran garam yang utuh, besar, dan putih.

Teknik ulir garam, menurut Pamuji, sebenarnya pernah dilakukan bangsa Portugis ketika singgah di Nusantara pada abad ke-16. Saat ini, sebelum pencairan Pugar, beberapa petani di Lasem dan Kaliori sudah mulai mencoba menerapkannya.

Sementara itu, Mindarto seorang petani garam di Dresi Kulon Kecamatan Kaliori mengatakan, mestinya Pemerintah segera mencairkan dana Pugar kalau memang sudah siap.

Hanya saja untuk meminimalkan kemungkinan penyimpangan dana Pugar, diperlukan pendampingan terhadap kelompok. Menurutnya jika dicairkan mepet, nantinya malah terburu-buru dan pelaksanaan program tidak tepat sasaran. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan