PSIR Takluk Di Bekasi

Sabtu, 7 Januari 2012 | 11:53 WIB
REMBANG – Tim PSIR Rembang takluk atas tuan rumah Persipasi Bekasi dengan skor akhir 0-2 dalam laga lanjutan kompetisi Divisi Utama PSSI musim 2011/2012 di Lapangan Tambun Bekasi, Sabtu (7/1) petang.

Kemenangan Laskar Patriot, julukan Persipasi, menjadi yang pertama karena pada laga perdana kala tandang ke Stadion Maguwoharjo, mereka tumbang oleh PSS Sleman dengan skor 3-1.

Persipasi membuka keunggulan melalui gol pemain tengah mereka, Steven Nagbe Mennoh pada menit ke-45, sedangkan gol kedua dicetak dan Mansyur pada menit ke-78 masing-masing melalui tendangan bebas dari bola mati.

Pelatih PSIR Haryanto saat dihubungi dari Rembang, mengatakan kondisi lapangan yang becek dan cenderung licin dinilai menjadi biang kekalahan timnya.

“Permainan anak-anak menjadi tidak berkembang karena kondisi lapangan yang becek dan cenderung licin. Kondisi lapangan sebenarnya kurang layak,” kata dia.

Apalagi, kata dia, wasit Apriyadi, cenderung tak objektif memimpin pertandingan. “Secara umum, anak-anak tampil cukup apik. Hanya, pola permainan yang coba kami terapkan kerap kandas karena kondisi lapangan,” kata dia.

Andalan PSIR, Cristian Leng Lolo, kata Haryanto, dikawal ketat oleh Asmar Abu dan kawan-kawan sehingga tak banyak memberikan suplai bola atau pun tendangan berbahaya ke gawang Persipasi.

Sementara, tim tuan rumah memperagakan umpan-umpan panjang menyikapi lapangan becek. “Mereka memang lebih banyak menyerang, meski kami mampu mengimbanginya. Sekali lagi, buruknya kondisi lapangan memang sangat berpengaruh pada tim,” kata dia.

Kondisi lapangan yang tak cukup representatif, sempat diakui Asisten Pelatih Persipasi, Ega Raka Ghalih.

Menurut dia, meski berstatus sebagai tuan rumah, Asmar Abu dan kawan-kawan tidak bermain di kandangnya sendiri sebab renovasi total Stadion Patriot yang selama ini dijadikan kandang kebanggaan, mengharuskan Persipasi mengungsi ke sejenak hingga pembangunan rampung.

Lapangan Tambun dipilih sebagai tempat menggelar pertandingan, sementara untuk berlatih sehari-hari, Persipasi mempergunakan Lapangan Rawalumbu dan Lapangan Summarecon, kata dia.

“Kondisi Lapangan Tambun jauh dari ideal untuk dijadikan arena pertandingan. Sebab manakala hujan turun, bagian tengah lapangan akan tergenang sehingga menghambat laju pergerakan bola,” kata Ega menambahkan.

Namun pihaknya sudah tiga kali mencoba dan mempelajari karakteristik lapangan tersebut, sedangkan PSIR praktis hanya sekali mencoba “Tambun”. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan