PSIR Siapkan Eksekutor Bola Mati

Kamis, 9 Februari 2012 | 08:29 WIB


KOTA – Tim Pelatih PSIR menyatakan sedang mempersiapkan alternatif eksekutor bola mati menyusul masih belum pulihnya algojo andalan penendang bebas, M Husen dari bekapan cedera engkel yang menderanya.

Kepala Pelatih PSIR, Haryanto seusai memimpin latihan Kamis (9/2) pagi, mengatakan pemain penyandang nomor 9 di skuat Laskar Dampo Awang itu memang sudah bisa dimainkan di sejumlah laga.

“Namun, dia mengaku masih trauma dengan cedera engkel sehingga tendangan bebas khas Husen belum juga muncul. Karenanya kami perlu mencari pemain alternatif untuk menggantikan perannya dalam eksekusi bola mati,” kata dia.

Saat ini, tim pelatih sedang menyiapkan Suyono dan Yoni Ustaf Buchori untuk jajal mengantikan peran pemain kelahiran 12 September 1981 itu sebagai eksekutor tendangan bebas.

“Baik Suyono maupun Yoni, memiliki tingkat tendangan bebas yang cukup keras dengan akurasi yang baik. Kami tinggal melatih keduanya agar tendangan bebas yang mereka lakukan lebih terarah,” kata dia.

Haryanto menandaskan, sejauh ini, bola-bola mati kerap mendatangkan peluang berbahaya dan membuahkan gol kemenangan PSIR. “Cedera M Husen memang cukup berdampak pada berkurangnya peluang gol melalui bola mati,” kata dia.

Berdasarkan catatan kompetisi Divisi Utama musim 2010/2011, M Husen mencetak enam dari sembilan gol melalui eksekusi bola mati. “Husen sebenarnya kami siapkan sebagai amunisi tambahan untuk mendulang gol di laga-laga PSIR. Namun karena cedera engkel, kemampuannya melakukan tendangan bebas menurun,” kata dia.

Selain Hussen, tim pelatih juga tengah memantu pemulihan kondisi stoper Deni Tarkas. “Deni memang sudah mulai mengikuti latihan meski sekadar joging. Berbagai cara sudah dilakukan tim pelatih untuk memulihkan cidera Deni. Terakhir kami melakukan terapi penyinaran untuk cidera lutut Deni. Semoga dia lekas pulih,” kata dia.

Peran Deni, kata dia, dibutuhkan saat PSIR menjamu PSCS di Stadion Krida Rembang, Sabtu (18/2) mendatang karena lini belakang terbilang keropos sepeninggal absen ALi Mustofa karena hukuman akumulasi kartu kuning.

“Meski bertubuh mungil, namun Deni cukup bisa diandalkan dalam mengantisipasi bola atas. Kami butuh pemain seperti dia,” kata dia. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan