Abdul Latief Absen, Lini Belakang PSIR Dirombak

Senin, 22 April 2013 | 14:35 WIB
Tim PSIR Rembang (Foto:AFTA)

Tim PSIR Rembang (Foto:AFTA)

REMBANG, MataAirRadio.net – Tiga hari menjelang laga tandang melawan Arema FC pada Kamis 25 April mendatang, tim pelatih PSIR dihadapkan pada persoalan serius. Pemain belakang Abdul Latief dipastikan absen pada pertandingan kedelapan yang dilakoni PSIR di Indonesian Premier League (IPL) musim ini. Mantan pemain Persijap Jepara tersebut menderita cedera hamstring kaki kanan.

Pelatih PSIR, Haryanto kepada reporter MataAir Radio, Senin (22/3) siang mengungkapkan, fokus latihan yang dilakoni anak asuhnya dalam beberapa hari terakhir ini adalah pemantapan lini belakang. Hasil evaluasi usai melawan Persijap Jepara mengetengahkan kekurangan yang menonjol di lini belakang.

Haryanto menyebutkan, lini pertahanan yang dimotori oleh Candy Lansana masih cukup mudah ditembus serangan lawan. Pelatih kelahiran Ambarawa Semarang itu pun mengaku akan merombak susunan pemain belakang.

Haryanto juga menyatakan belum bisa memastikan kapan Abdul Latief sembuh dari cedera hamstringnya. Menurut pelatih, proses penyembuhan cedera hamstring membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga saat ini Abdul Latief diliburkan dari latihan.

Atas absennya Abdul Latief, pemain belakang PSIR seperti Ali Musthofa dan Didik Wahyu akan menjadi pilihan pengganti. Ia berharap lini belakang masih akan tetap solid meski tanpa Abdul Latief.

Seperti diketahui, pada pertandingan melawan Persijap Jepara 17 April lalu, PSIR sukses memenangkan pertandingan dengan skor 3-1. Kesuksesan ini juga tidak lepas dari kontribusi Abdul Latief, karena sebiji gol yang dicetak oleh Persijap Jepara tercipta setelah Abdul Latief ditarik keluar tim pelatih karena cedera. (Afta Ahmad)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan