PSIR Bisa Ke IPL Tanpa “Ngos-Ngosan”

Senin, 1 Oktober 2012 | 09:38 WIB
Kiprah PSIR musim 2011-2012. (Foto: dokumen mataairradio.net)

REMBANG, mataairradio.net – Perhelatan babak play-off Indonesian Primer League (IPL) terancam gagal menyusul hijrah Persijap Jepara dan Semen Padang dari IPL ke ISL pada musim kompetisi mendatang.

“Sejauh ini, PSSI memang belum memberikan keputusan soal jadi atau tidaknya play-off. Namun, keputusan pindah Persijap Jepara dan Semen Padang dari IPL ke ISL jelas berpengaruh (pada babak play-off),” terang Chief Executive Officer (CEO) PT Rembang Sportindo Mandiri (RSM), Charis Kurniawan, Senin (1/10).

Dengan keputusan menyeberang Persijap dan Semen Padang ke Liga Super Indonesia, praktis hanya sembilan klub yang bakal berlaga di kompetisi Indonesian Primer League (IPL) musim kompetisi mendatang.

Ditambah dengan masing-masing juara dari setiap grup peserta kompetisi Divisi Utama musim lalu yang promosi ke IPL musim depan, maka peserta IPL baru 12 klub.

Padahal, pada musim 2012-2013, PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) telah berencana menambah jumlah peserta kompetisi IPL menjadi 16 klub.

“Jawaban soal digelar atau tidaknnya babak play-off mestinya sudah kami terima 29 September kemarin. Namun, sejauh ini PSSI belum mengeluarkan keputusan apapun terkait play-off,” ungkap Charis.

“Jika memang babak play-off tetap digelar, kami pun meminta agar PSSI dan LPIS segera memberikan keputusan resmi terkait regulasi dan tempat dimana play-off digelar. Selama ini kami belum mempersiapkan diri secara penuh karena memang kami masih menunggu keputusan resmi dari PSSI,” katanya menambahkan.

Charis menambahkan, karena PT LPIS berencana menambah jumlah klub peserta IPL musim 2012-2013 menjadi 16, maka dengan jumlah yang ada sekarang (12 klub, red.), maka masih kurang empat.

“Padahal babak play-off hanya akan meloloskan tim. Asumsi kami, akan lebih baik empat tim yang ikut play off (PSLS, PSIR, Persbul, Bontang FC, red.) langsung diloloskan saja demi menutup kekurangan tim,” jelasnya. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan