Proyek Perbaikan SDN Korowelang Diprotes

Selasa, 10 April 2012 | 09:46 WIB


SULANG – Komite sekolah dan pihak Pemerintah Desa Korowelang, Kecamatan Sulang memprotes proyek perbaikan gedung baru SDN Korowelang sebab kegiatan tersebut dikerjakan tanpa sepengetahuan kedua pihak tersebut.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa Korowelang, Supriono, Selasa (10/4) mengemukakan, bangunan lama gedung sekolah itu masih tercatat sebagai aset milik desa.

Pihak komite dan pihak desa, katanya, dibuat jengkel karena penjualan besi-besi dan kusen pintu, serta jendela bangunan lama dilakukan tanpa sepengetahuan pihak desa.

“Padahal yang namanya aset desa, pengadaan maupun penghapusan harus sepengetahuan dan diputuskan pemilik aset, dalam hal ini pihak desa,” tandasnya.

Pihaknya mendesak pihak sekolah yang mengerjakan proyek rehabilitasi secara swakelola itu mengembalikan aset milik desa. Sebab besi dan kusen kayu masih bisa dimanfaatkan untuk bangunan madrasah di desa itu. “Kami menyayangkan langkah sekolah yang tidak memberi tahu pihak desa maupun komite,” kata dia.

Ketua Komite SDN Korowelang Jaelani Yusron juga mengatakan, kualitas bangunan baru gedung sekolah juga perlu mendapat sorotan. Pasalnya, setelah dirobohkan, pekerja langsung membuat tembok di atas pondasi lama.

“Jelas ini sangat membahayakan karena pondasi lama bisa saja tidak kuat menahan beban bangunan baru,” kata dia.

Pihaknya juga menilai desain bangunan tiga ruang kelas dan satu ruang kantor itu, kurang pas. Jika saja pihak komite diajak bicara, kata dia, pihaknya akan mengarahkan pembangunan gedung digeser sedikit ke belakang dengan memanfaatkan sisa tanah yang masih luas.

Dengan begitu, katanya, halaman sekolah bertambah luas dan bisa dimanfaatkan untuk aktivitas anak didik. “Atas hal ini, kami telah melayangkan surat berisi laporan keberatan atas proyek perbaikan gedung kepada Bupati, Kejari, DPRD, Polres dan Dandim Rembang,” katanya.

Menurut Jaelani, selain ditandatangai komite sekolah dan BPD, surat tersebut juga ditandatangai Kepala Desa Korowelang Muridan, perangkat desa, karang taruna dan tokoh masyarakat.

“Kami berharap surat itu ditanggapi, sebab nyawa anak didik dipertaruhkan atas bangunan yang pengerjaannya tak beres itu,” katanya. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan