Program Penghijauan Diminta Prioritaskan Tanaman Buah

Rabu, 1 Februari 2012 | 09:41 WIB


REMBANG – Sejumlah warga meminta program penghijauan yang selama ini dilakukan Pemerintah tak hanya sekadar memprioritaskan penanaman tanaman keras saja, tetapi juga tanaman buah.

Seorang warga Desa Grawan, Kecamatan Sumber, Munawar, Rabu (1/2) mengemukakan, selama ini Pemerintah cenderung memilih tanaman keras seperti jati dan jenis rimba lainnya pada setiap program penghijauan.

“Kayu jenis ini memang bagus untuk keperluan konservasi, tetapi warga tidak bisa mendapat nilai lebih. Setelah besar, kayunya pun rawan dicuri,” kata dia.

Jika saja Pemerintah memberi prioritas tanaman buah-buahan, tandas dia, warga bisa mendapat hasil lain, selain dari manfaat konservasi atau pun kayu tanaman.

Ia mencontohkan, tanaman mangga mudah tumbuh di sejumlah wilayah kabupaten itu.

“Selain juga bagus untuk konservasi seperti menyelamatkan pasokan air tanah, warga bisa mengambil manfaat dari buah mangga. Apalagi Rembang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil mangga unggulan,” kata dia.

Kepala Bidang Kehutanan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Rembang Prasetya menyatakan usulan penambahan tanaman buah sudah mendapat respon dari Pemerintah.

“Setiap tahun proporsi tanaman buah pada program penghijauan terus ditambah, meski memang masih dibatasi,” kata dia.

Ia menyebutkan dari jumlah bibit sebanyak 32 ribu yang akan ditanam sepanjang tahun ini, di antaranya ada beberapa jenis bibit tanaman buah seperti mangga (1.500), matoa (1.500), rambutan (1.500), dan sawo kecik (1.700).

“Proporsi pengadaan tanaman buah tak sampai 30 persen dari total keseluruhan bibit. Karena program penghijauan di kehutanan dititikberatkan pada penanaman tanaman keras seperti jati, mahoni, trembesi, akasia, dan sebagainya,” kata dia. (Puji)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan