Awas, Produksi Padi di Rembang Makin Turun

Selasa, 26 November 2013 | 17:06 WIB
Rapat koordinasi ketahanan pangan lintas instansi di Rembang, Selasa (26 11). (Foto Puji)

Rapat koordinasi ketahanan pangan lintas instansi di Rembang, Selasa (26 11). (Foto Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net – Produksi padi di Kabupaten Rembang diketahui semakin turun dalam kurun tiga tahun belakangan. Sejak Januari hingga September kemarin, produksi padi atau gabah kering panen hanya 220.571 ton. Angka produksi ini menurun jika dibandingkan tahun 2012 yang 227.163 ton dan tahun 2011 yang masih 246.690 ton.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan pada Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BKP dan P4K) Kabupaten Rembang Sri Prabandari mengungkapkan, penurunan produksi padi dari tahun ke tahun terjadi antara lain karena alih fungsi lahan dan kendala cuaca.

Namun meski produksinya semakin menurun, Rembang masih mencatat surplus pangan pokok jenis padi hingga 72.507 ton sampai bulan September kemarin. Surplus itu terjadi karena ketersediaan padi yang mencapai 110.513 ton, sedangkan kebutuhan konsumsi untuk 603.775 orang penduduk Rembang hanya 38.006 ton.

Selain padi, pangan pokok jenis jagung surplus 99.366 ton, ubi kayu 25.727 ton, dan ubi jalar tercatat juga surplus 3.560 ton. Namun untuk pangan non pokok jenis kedelai, telur, dan susu masing-masing minus 6.366 ton, 1.477 ton, dan 973.941 ton.

Sri Prabandari juga mengungkapkan, laju peningkatan kebutuhan yang lebih cepat dari produksi padi per tahun, mengancam surplus beras di masa mendatang. Apalagi, sarana dan prasarana pengairan belum tersedia cukup serta teknologi juga masih belum terserap optimal.

Pada komoditas padi terutama, laju kebutuhan masyarakat mengalami kenaikan dari 49.800 ton pada tahun 2011 menjadi 50.128 ton pada tahun 2012. Pada tahun ini, tingkat konsumsi padi sampai September saja sudah 38.006 ton. Di sisi lain, jumlah penduduk pengonsumsi beras di Kabupaten Rembang naik dari 593.360 orang pada tahun 2011 menjadi 597.262 orang pada tahun 2012 serta naik lagi menjadi 603.775 pada tahun ini.

Melihat adanya masalah tersebut, Sri Prabandari mengaku akan melakukan langkah nyata berupa aksi perencanaan ketahanan pangan yang melibatkan setiap instansi. Namun mengenai programnya, kini tengah dihimpun dari setiap SKPD sesuai dengan kewenangannya.

Menyikapi isu penting ketahanan pangan, BKP dan P4K Kabupaten Rembang pada Selasa (26/11) siang menggelar rapat koordinasi di Aula Hotel Puri Indah Rembang. Pertemuan itu diharapkan bisa menghasilkan langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Mulyono mengakui, luas lahan pertanian berkurang setiap tahun karena agresi perumahan dan permukiman. Untuk menjaga ketahanan pangan, pihaknya akan berusaha mempertahankan keberadaan sawah lestari seluas 37.320,17 hektare, setidaknya hingga lima tahun ke depan. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan