PPI Tasikagung Kembali Diluncuri Dana Belasan Miliar

Sabtu, 28 Desember 2013 | 16:56 WIB
Nelayan Rembang libur melaut saat musim baratan. (Foto Antara)

Nelayan Rembang libur melaut saat musim baratan. (Foto Antara)

REMBANG, MataAirRadio.net – Pemerintah Kabupaten Rembang memastikan kembali melanjutkan penataan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Tasikagung. Tak tanggung-tanggung, ada kucuran dana hingga Rp12,5 miliar pada tahun depan. Dana sebanyak itu di antaranya untuk pembangunan jalan kawasan dan lokasi parkir.

Penataan jalan kawasan dan lokasi parkir sempat akan dikerjakan pada tahun 2013, sebagai pengalihan dana pembangunan gedung pertemuan yang ambruk. Namun rencana itu urung dilakukan karena waktu yang tersedia tidak cukup.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang Suparman menyebutkan, dana untuk melanjutkan penataan PPI itu berasal dari luncuran DAK 2013 sebesar Rp5,5 miliar dan DAK 2014 sebesar tujuh miliar rupiah. Bupati Rembang Mochammad Salim menambahkan, untuk penataan jalan di areal luar PPI, akan diarahkan untuk dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum.

Tahun 2013, Pemerintah sudah mengucurkan anggaran hingga Rp26 miliar untuk pembangunan PPI Tasikagung. Sejumlah bangunan seperti TPI baru, cold storage, musala, dan gedung pertemuan, dibangun dengan dana tersebut.

Namun gedung pertemuan senilai Rp1,3 miliar ambruk pada 16 November lalu akibat kelalaian pelaksana proyek. Pembangunan gedung itu pun akhirnya dihentikan. Dananya kembali ke kas negara melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pati.

Terkait dengan protes dari nelayan dan bakul yang menolak pindah ke TPI baru, Bupati Salim menyebutnya sebagai hal yang wajar. Menurutnya setiap perubahan melahirkan pro dan kontra. Salim menampik tudingan rencana pemindahan itu minim sosialisasi. Pemberitahuan kepada nelayan dinilai cukup, tinggal menunggu bukti saja.

Begitu penataan tuntas pada tahun depan, Pemkab Rembang berencana mensterilkan kawasan PPI Tasikagung dari pemancing. Penjagaan di pintu depan diperketat. Hanya mereka yang berkartu yang boleh masuk. Menurut Salim, pengetatan itu diperlukan agar mereka yang berbelanja dan bersandar di PPI bisa lebih nyaman. (Pujianto)




One comment
  1. jayenk

    Desember 28, 2013 at 5:29 pm

    ketimpangan antar wilayah dirembang itu karena sejak awal para pemilik kekuasaan tidak adil. jadinya wilayah yang kaya makin kaya dan yang miksin semakin miskin!

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan