Polres Panggil Ketua Badan Pengawas UPK Untuk Klarifikasi

Jumat, 9 Maret 2012 | 08:03 WIB


REMBANG – Kepolisian Resor Rembang menyatakan akan memanggil Ketua Badan Pengawas UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Sumber, Gunanto, untuk dimintai klarifikasi seputar kasus dugaan penggelapan dana simpan pinjam yang dikelola perempuan (SPP) di UPK PNPM Mandiri Perdesaan setempat yang menyeret oknum Sekretaris UPK, Heni Nur Cahyanti.

Kapolres Rembang Ajun Komisaris Besar Polisi Adhy Fandy Ariyanto, Jumat (9/3) mengatakan, pihaknya akan meminta keterangan dari Ketua Badan Pengawas UPK PNPM MPd Kecamatan Sumber pada Senin (12/3).

“Ketua Badan Pengawas UPK PNPM MPd Kecamatan Sumber kami panggil untuk diminta keterangannya pada Senin (12/3). Ia akan kami minta untuk klarifikasi mengenai dugaan penggelapan dana SPP di UPK PNPM MPd Kecamatan Sumber yang menyeret oknum Sekretaris UPK kecamatan setempat,” kata Kapolres didampingi Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Rembang AKP Moh Bahrin.

Ia menjelaskan, pemanggilan Ketua BP UPK PNPM MPd Kecamatan Sumber itu dilakukan setelah pihaknya melakukan gelar perkara bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang untuk menindak lanjuti adanya temuan dan informasi adanya penyalahgunaan dana SPP di UPK PNPM Mandiri Perdesaan kecamatan setempat.

“Dalam pemanggilan itu, kami akan mintai keterangan perihal unsur penggelapan dan tindak pidana korupsi berupa mark up pinjaman yang dilakukan oknum Sekretaris itu,” kata dia.

Menurut dia, dugaan penggelapan dana SPP tersebut telah cukup menyita perhatian masyarakat sehingga pihaknya akan mengungkap tuntas kasus tersebut. “Kami tegaskan, tidak ada penghentian penyelidikan kasus ini,” kata dia.

Kapolres juga mengatakan, pihaknya akan segera melakukan gelar perkara kedua setelah melakukan penyelidikan dan mengklarifikasi bukti pemula dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. “Pengusutan kasus ini tetap dilakukan kendati oknum Sekretaris UPK tersebut sudah mengembalikan uang yang diduga digelapkannya,” kata dia.

Seperti diketahui, berdasarkan surat pernyataan pertama tertanggal 25 Januari 2012 yang dibuat Heni Nur Cahyanti, yang bersangkutan menyatakan telah menggelapkan dana sebesar Rp75.844.000 berasal dari alokasi dana simpan pinjam sebesar Rp175 juta untuk sembilan kelompok perempuan.

Sembilan kelompok tersebut adalah Kelompok Arisan RT II 3 RW III, Dahlia II, Muslimat II, Anggrek RT 3 RW 4, Anyelir II, Tahlil III, Arisan RT 3 RW III, Yasinan RT 3 RW IV, dan Katering II, semuanya di Desa Sumber, Kecamatan Sumber.

Belakangan, Heni juga menyatakan telah menggelapkan dana sebesar Rp80 juta, berasal dari SPP Kelompok Tahlil, Rp20 juta, Kelompok Kenanga I/II sebesar Rp20 juta, dan Kelompok Kenanga Rp40 juta. Isi surat pernyataan itu menyebutkan bahwa dana tersebut digunakan atas nama Rukati, ibu dari Heni Nur Cahyanti.

Namun, oknum Sekretaris Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Sumber tersebut, akhirnya mengembalikan uang sebesar Rp155,844 juta hasil penggelapannya dari dana simpan pinjam yang dikelola perempuan (SPP), Senin (27/2).

Pengembalian uang tersebut dilakukan tidak secara langsung oleh Heni, tetapi diwakili suaminya, Saat Jatmiko, kepada pihak UPK PNPM MPd Kecamatan Sumber di kantor UPK setempat, sesaat sebelum pelaksanaan Musyawarah Antar Desa (MAD) PNPM Mandiri Perdesaan di aula kecamatan. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan